news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Momen saat Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dilantik tanggal 8 September 2025..
Sumber :
  • Istimewa

Ekonom Sebut Stabilitas Kebijakan Fiskal Jadi Motor Penguatan IHSG dan Rupiah Hari Ini

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah menunjukkan performa positif pada perdagangan Selasa (9/6). 
Selasa, 9 Juni 2026 - 17:47 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah menunjukkan performa positif pada perdagangan Selasa (9/6). 

Penguatan ini dinilai sebagai respons pelaku pasar terhadap meredanya isu perombakan kabinet (reshuffle), terutama terkait kabar pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sempat memicu spekulasi.

Ekonom dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, melihat bahwa penegasan pemerintah mengenai tidak adanya pergantian di kursi bendahara negara tersebut telah memberikan ketenangan bagi investor.

Menurutnya, pasar sangat sensitif terhadap ketidakpastian politik yang berkaitan langsung dengan arah kebijakan ekonomi.

"Rumor pergantian menteri keuangan sempat memunculkan pertanyaan mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah. Ketika isu itu dibantah, sebagian investor kembali percaya bahwa tidak akan ada perubahan mendadak pada kebijakan ekonomi," ungkap Aditya, Selasa (9/6).

Aditya menambahkan bahwa kesinambungan kebijakan sangat krusial bagi investor, terutama sinergi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dalam menjaga pasar obligasi serta stabilitas mata uang. 

Meski demikian, ia menekankan bahwa isu reshuffle bukanlah faktor tunggal. Bangkitnya pasar hari ini juga dipicu oleh aksi buy on weakness atau aksi beli saat harga turun setelah pada perdagangan sebelumnya IHSG dan rupiah sempat tertekan hebat.

"Meredanya rumor reshuffle kemungkinan menjadi salah satu katalis positif yang mengurangi kepanikan pasar. Namun, itu bukan satu-satunya faktor yang menentukan penguatan IHSG dan rupiah pada hari ini," jelasnya lebih lanjut.

Senada dengan itu, pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, menilai stabilitas di level kementerian memberikan sinyal keamanan bagi para pemegang modal. 

Ia menekankan bahwa faktor utama penguatan rupiah tetap bergantung pada derasnya arus modal yang masuk ke dalam negeri.

"Yang utama, jika aliran modal besar masuk ke Indonesia dan devisa negara banyak, maka nilai rupiah tidak terdepresiasi," tutur Esther.

Lebih lanjut, Esther memaparkan ada tujuh variabel fundamental yang harus dipenuhi pemerintah untuk menjaga kepercayaan investor global secara jangka panjang. 

Hal-hal tersebut meliputi kepastian hukum, prospek pasar yang cerah, ketersediaan bahan baku, ekosistem usaha yang kondusif, integrasi dengan rantai pasok dunia, kesiapan infrastruktur energi, serta adanya harmonisasi aturan antara pusat dan daerah.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:07
06:35
02:22
00:51
00:54
00:47

Viral