- tvonenews.com - Ilham Giovani
Sentilan Keras John Herdman untuk Timnas Indonesia: Stop Cari Striker Nomor 9
tvOnenews.com – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak ingin lini serang Skuad Garuda memiliki ketergantungan akut pada satu sosok pemain saja, terutama dalam urusan merobek jala gawang lawan.
Juru taktik asal Inggris itu menuntut adanya revolusi mentalitas agar setiap penggawa di atas lapangan memiliki naluri membunuh yang sama di depan gawang.
Sinyal perubahan masif ini ditiupkan Herdman menjelang bergulirnya dua agenda besar yang sudah di depan mata, yakni rangkaian laga uji coba FIFA Matchday serta turnamen bergengsi Piala AFF 2026.
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Demi menyiasati padatnya jadwal, tim kepelatihan dikabarkan bakal menyiapkan dua komposisi skuad yang berbeda.
Namun, fokus utama Herdman saat ini tertuju pada pembenahan produktivitas gol tim nasional yang dinilainya masih perlu dirombak total dari segi pola pikir.
"Di sini, orang-orang terus saja berbicara tentang nomor sembilan, penyerang tengah, dan mengklaim Indonesia butuh penyerang tengah murni. Bagi saya, Indonesia sebenarnya lebih butuh mentalitas kolektif di dalam tim bahwa semua orang, siapa pun posisinya, bisa mencetak gol," tegas John Herdman saat memimpin latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.
"Kami harus mengubah pola pikir itu dan memberikan kepercayaan penuh kepada para pemain untuk berani masuk ke area kotak penalti lawan. Solusi utama untuk bisa mencetak gol lebih banyak adalah dengan mengubah pola pikir dan mentalitas bertanding pemain itu sendiri," sambung eks pelatih Timnas Kanada tersebut.
Lebih lanjut, John Herdman menginginkan perubahan radikal dalam gaya permainan Timnas Indonesia agar tampil jauh lebih agresif dan aktif menekan pertahanan lawan.
Ujian berat kontra Timnas Oman dan Mozambik pada awal Juni 2026 mendatang dipandang sebagai panggung pembuktian yang ideal untuk menguji transisi strategi baru ini.
- tvOnenews-Ilham Giovani
Tanpa ragu, Herdman melempar kritik objektif terhadap pola permainan Skuad Garuda di masa lalu yang dianggapnya terlalu monoton dan minim kreativitas saat menguasai bola.
"Gaya bermain tim nasional sebelumnya bagi saya pribadi terlihat terlalu pasif. Sangat pasif. Polanya selalu bertahan, transisi, bertahan, lalu transisi lagi," ungkap pelatih berusia 50 tahun itu secara blak-blakan.
Guna memutus rantai permainan pasif tersebut, Herdman kini tengah menggembleng anak asuhnya untuk menerapkan skema ofensif modern yang melibatkan pergerakan dinamis dari lini belakang.
"Kami membutuhkan lebih banyak pemain yang memiliki visi bermain 'plus satu', melakukan overload (menumpuk pemain di area tertentu), serta bek tengah maupun bek sayap yang punya keberanian tinggi untuk maju memecah garis pertahanan lawan. Dengan cara ini, kami akan jauh lebih siap menghadapi siapa pun," pungkas John Herdman menyudahi wawancara dengan nada optimis.