news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Rupiah.
Sumber :
  • Antara Foto

Rupiah Hari Ini 9 Juni 2026 Menguat Jadi Rp18.141 per Dolar AS Meski Cadangan Devisa Mei Turun dan Harga Minyak Mentah Melonjak

Rupiah hari ini 9 Juni 2026 menguat jadi Rp18.141 per dolar AS meski cadangan devisa Mei turun dan harga minyak mentah melonjak. 
Selasa, 9 Juni 2026 - 09:34 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Rupiah hari ini 9 Juni 2026 menguat jadi Rp18.141 per dolar Amerika Serikat (AS) meski cadangan devisa Mei turun dan harga minyak mentah melonjak. 

Meski demikian, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi masih akan bergerak fluktuatif.

Berdasarkan data Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp18.171 pada Senin, 8 Juni 2026. 

Posisi rupiah melemah 132 poin dari kurs sebelumnya di level 18.039 pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026.

Sementara itu, rupiah ditransaksikan di Rp18.141 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Selasa, 9 Juni 2026 hingga pukul 09.03 WIB. 

Posisi rupiah hari ini menguat 46 poin atau 0,26 persen dari posisi sebelumnya di level Rp18.187 per dolar AS.

Menurut Pengamat Ekonomi dan Pasar Uang Ibrahim Assuaibi, pasar memiliki kegelisahan pada pengeluaran besar-besaran pemerintahan Prabowo di program MBG dan Kopdes Merah Putih.

"Hal itu membuat defisit neraca transaksi berjalan melebar seiring menyusutnya surplus perdagangan Indonesia," katanya, Selasa (9/6/2026). 

Selain itu, sambung dia, pemerintah harus menghitung ulang subsidi BBM yang begitu besar akibat lonjakan harga minyak mentah setelah penutupan Selat Hormuz oleh Iran sehingga kebutuhan dolar AS tinggi dan membuat utang pemerintah semakin membengkak. 

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa mencapai US$144,9 miliar atau setara Rp2.590,2 triliun pada akhir Mei 2026. Angka itu turun dari bulan sebelumnya sebesar US$ 146,2 miliar.

Apabila ditarik data historis lebih jauh, maka cadangan devisa di level US$144,9 miliar itu merupakan rekor terendah baru atau dalam 23 bulan terakhir sejak Juni 2024 dimana cadangan devisa di level US$140,2 miliar saat itu. 

Pada akhir Mei 2026 posisi cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 5,6 atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

Oleh karena itu, BI menilai cadangan devisa tersebut masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. 

Bank sentral turut meyakini ketahanan sektor eksternal akan tetap terjaga dengan cadangan devisa tersebut. 

"Mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp18.180-Rp18.230," ujarnya. (Mohammad Yudha Prasetya/VIVA/nsi)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:51
00:54
00:47
06:54
01:12
02:01

Viral