Tutup Menu
LIVESTREAM
Artikel
Mahasiswa Bintan Tourism Institute (BTI) Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri
Sumber :
  • Antara

Pemkab Ambil Alih Tanah dan Bangunan, Kampus Bintan Tourism Institute Terpaksa Tutup

Jumat, 22 Oktober 2021 - 05:02 WIB
Oleh :

Jakarta, tvOne

Direktur Bintan Tourism Institute (BTI) Ruddy Firmansyah membenarkan bahwa kampus pariwisata yang berlokasi di Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau itu bakal ditutup total mulai tanggal 1 November 2021.

"Aktivitas perkuliahan sudah tidak ada lagi. Tinggal inventarisasi aset kantor saja," katanya di Tanjungpinang, Kamis (21/10) malam.

Ia menyebut alasan kampus BTI tutup dikarenakan Pemkab Bintan melalui Badan Pengelolaan dan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) pada tahun 2021 mengambil alih tanah dan bangunan itu untuk digunakan sebagai kantor Dinas Kesbangpol dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan.

Hal itu diperkuat pula dengan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kalau lahan berikut gedung BTI tersebut adalah milik Pemkab Bintan.

"Faktanya memang begitu, tapi kami dapat hak mengelola atau pinjam pakai lahan dan bangunan itu dari Bupati Bintan periode Ansar Ahmad yang dibuktikan dengan tandatangan di atas kertas, untuk melaksanakan pendidikan pariwisata tanpa batas waktu," katanya.

Menurutnya kampus BTI mulai diluncurkan pada tahun 2013 dan mulai secara resmi beroperasi di tahun 2014.

Saat awal kampus itu berdiri, pihaknya mendapat tantangan dari Bupati Bintan Ansar Ahmad -- yang sekarang adalah Gubernur Provinsi Kepri -- untuk membangun sebuah pendidikan guna mencetak SDM pariwisata yang berkompeten dan siap bersaing di dunia kerja.

Ketika angkatan pertama dan kedua, katanya, mahasiwa yang kuliah di BTI tidak dikenakan biaya sama sekali karena ditanggung sepenuhnya oleh APBD Pemkab Bintan.

"Namun, sejak peralihan kepemimpinan Bupati Ansar Ahmad ke Bupati Apri Sujadi. Pemkab Bintan tidak pernah mengucurkan satu rupiah pun bagi operasional BTI, sehingga kami terpaksa berjalan sendiri," ungkap Ruddy.

Ia mengatakan sesuai komitmen awal dengan Bupati Bintan Ansar Ahmad, kampus BTI tidak pernah mencari keuntungan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut, tetapi bagaimana agar anak-anak daerah tempatan mampu bersaing dengan lulusan sekolah atau kampus pariwisata dari Bali dan Bandung, yang notabane sudah sangat terkenal melahirkan banyak SDM berkompeten di bidang pariwisata.

Dalam perjalanannya, lanjut dia, kampus BTI sudah meraih sejumlah penghargaan nasional seperti academy award hingga menang dalam ajang lomba kuliner nasional mewakil Provinsi Kepri.

"Kami telah mewisuda sekitar 600 orang. Angkatan terakhir wisuda atau kedelapan digelar September 2021, sebanyak 28 orang," katanya.

Lebih lanju, ia menyampaikan lulusan kampus BTI dibekali empat sertifikasi, yang belum tentu diperoleh di sekolah atau kampus pariwisata lainnya.

Empat sertifikasi dimaksud, antara lain sertifikasi layak kerja kampus BTI, sertifikasi layak kerja dunia usaha saat melihat kelayakan kerja mahasiswa ketika training, sertifikasi BNSP yang berinduk di Jakarta, dan sertifikasi penanganan pangan langsung dari negara Australia.

Seseorang yang punya empat sertifikasi ini, kata dia, dapat melamar kerja di dalam hingga luar negeri. Tergantung minat atau kemauan lulusan itu sendiri, apakah ingin atau tidak bekerja ke luar negeri.

Lulusan BTI rata-rata sudah bekerja di berbagai kawasan pariwisata di Indonesia, terutama di Lagoi, Kabupaten Bintan.

"Beberapa di antaranya bekerja di luar negeri seperti Maldives, New Zealand, Bahrain hingga di kapal-kapal pesiar," katanya.

Ia menambahkan jika pihaknya sejak delapan bulan lalu sudah menyurati Pendiri Yayasan BTI Ansar Ahmad, Dewan Pendidikan hingga ke Bupati Bintan menyangkut nasib kampus BTI tersebut.

"Tapi sepertinya tak ada respon. Kami hanya bisa pasrah, tak mungkin mahasiswa belajar di lapangan bola kalau gedungnya sudah tak ada lagi," demikian Ruddy Firmansyah. (umm/ant)

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Antonio Conte Konfirmasi 13 Kasus Positif Covid-19 di Tottenham

Antonio Conte Konfirmasi 13 Kasus Positif Covid-19 di Tottenham

Pelatih Tottenham Hotspur Antonio Conte, mengonfirmasi 13 kasus positif (delapan pemain dan lima staf klub) Covid-19 di klub London Utara tersebut.
Ridwan Kamil Angkat Bicara Soal Kasus Pemerkosaan Belasan Santriwati di Bandung

Ridwan Kamil Angkat Bicara Soal Kasus Pemerkosaan Belasan Santriwati di Bandung

Melalui akun Instagram pribadinya, Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil menanggapi kasus pemerkosaan yang menimpa belasan santriwati di pondok pesantren yang berada di Bandung.
Lightweight: Ternyata, Uang Bukan Segalanya! (Bagian Ketiga)

Lightweight: Ternyata, Uang Bukan Segalanya! (Bagian Ketiga)

Kalau saja Matchroom tidak gagal dalam mengemas rancangan pertarungan Oktober 2021, maka Teofimo Lopez, juara dunia Lightweight WBC/IBF/WBO, tidak akan bertemu dengan George Kambosos.
Piala AFF 2020: Singapura Kalahkan Filipina 2-1

Piala AFF 2020: Singapura Kalahkan Filipina 2-1

Pertandingan ke-2 di Grup A antara Singapura-Filipina yang berlangsung di Stadion Nasional, Singapura berakhir dengan kemenangan Singapura dengan skor 2-1.
Polisi Ancam Keluarga Korban Pemerkosaan, Kapolres Rohul: Sudah Ditangani Propam

Polisi Ancam Keluarga Korban Pemerkosaan, Kapolres Rohul: Sudah Ditangani Propam

Polisi Ancam Keluarga Korban Pemerkosaan, Kapolres Rohul: Kapolsek dan Kanit Reskrim Sudah Ditangani Propam
Viral Belasan Satriawati di Bandung Diperkosa Gurunya, Netizen Geram

Viral Belasan Satriawati di Bandung Diperkosa Gurunya, Netizen Geram

Viralnya kasus pemerkosaan yang menimpa belasan santriwati di Bandung, Jawa Barat membuat Netizen geram. Netizen meminta pihak-pihak terkait mengawal kasus tersebut.
Trending
WN Arab Saudi yang Siram Istri dengan Air Keras di Cianjur Ungkap Alasan di Balik Pembunuhan Berencana Sarah

WN Arab Saudi yang Siram Istri dengan Air Keras di Cianjur Ungkap Alasan di Balik Pembunuhan Berencana Sarah

Abdul Latif (48) mengungkapkan alasan di balik pembunuhan berencana yang dia lakukan kepada istri sirinya, Sarah (21)
Karyawati Minimarket di Takalar Dibegal, Pelaku Ambil Tas dan Dua HP setelah Tusuk Perut Korban

Karyawati Minimarket di Takalar Dibegal, Pelaku Ambil Tas dan Dua HP setelah Tusuk Perut Korban

Korban Febrianti S (21) kini dirawat intensif di RS Hadji Padjonga Daeng Ngalle akibat luka serius di bagian perutnya, Rabu (8/12/2021).
Beredar Video Panas Durasi 32 Detik Mirip Selebgram Asal Sampit

Beredar Video Panas Durasi 32 Detik Mirip Selebgram Asal Sampit

Wajah selebgram yang cantik dan berkulit putih mulus itu cukup familiar di mata warga Kotim, yang sering berselancar di dunia maya.
WN Arab Saudi yang Siram dan Cekoki Istri Air Keras Terancam Hukuman Mati

WN Arab Saudi yang Siram dan Cekoki Istri Air Keras Terancam Hukuman Mati

Abdul Latif (48) warga negara Arab Saudi yang menyiram dan mencekoki istri sirinya, Sarah (21) dengan air keras hingga korban tewas, terancam hukuman mati.
Omicron Masuk Indonesia, Empat Orang Terpapar. Wagub DKI Masih Cek Kebenarannya

Omicron Masuk Indonesia, Empat Orang Terpapar. Wagub DKI Masih Cek Kebenarannya

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria akan mengecek kebenaran mengenai informasi empat warga Jakarta terpapar Covid-19 varian Omicron.
Maling Cantik Bobol Toko Emas di Surabaya Ditangkap Polisi. Apesnya yang Dicuri Emas Imitasi

Maling Cantik Bobol Toko Emas di Surabaya Ditangkap Polisi. Apesnya yang Dicuri Emas Imitasi

Seorang wanita cantik ditangkap usai membobol toko emas cahaya berlian di pasar Blauran, kota Surabaya, Rabu (08/12/2021) dini hari. Pelaku beraksi seorang diri
Ini Isi Lengkap Curhatan Mendiang Novia Ke LBH Mojokerto

Ini Isi Lengkap Curhatan Mendiang Novia Ke LBH Mojokerto

Mendiang Novia Widyasari Rahayu sempat menceritakan permasalahannya kepada Lambaga Bantuan Hukum (LBH) Permata Law di Mojokerto. Berikut isi lengkap curhatan mendiang Novia.
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
Kabar Hari Ini
23:30 - 00:00
Kabar Arena
00:00 - 01:00
Kabar Dunia
01:00 - 02:00
Trust
Selengkapnya