Tutup Menu
LIVESTREAM
Artikel
Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, Henri Subiakto
Sumber :
  • Antara

Pemerintah Telah Selesaikan Susun Pedoman Implementasi UU ITE

Selasa, 15 Juni 2021 - 16:21 WIB
Oleh :

Jakarta, 15/6  - Ketua Sub Tim 1 Kajian UU ITE sekaligus Staf Ahli Kemkominfo RI Henri Subiakto mengatakan pemerintah telah menyelesaikan penyusunan Pedoman Implementasi UU ITE yang akan ditandatangani Menkominfo, Kapolri, dan Jaksa Agung pada Rabu (16/6) melalui Surat Keputusan Bersama (SKB).

"Insya Allah besok (Rabu, 16/6) pagi dihadapan Menkopolhukam, (SKB terkait Pedoman Implementasi UU ITE) akan ditandatangani Jaksa Agung, Kapolri, dan Menkominfo. Pedoman ini berlaku untuk para penegak hukum terkait menginterpretasikan UU ITE," kata Henri dalam diskusi bertajuk "Revisi UU ITE Terbatas, Apa itu Pasal Karet?" di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan Pedoman Implementasi UU ITE bukan peraturan perundang-undangan, namun semacam buku saku dan pedoman teknis bagi para penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan dan Kominfo yang di dalamnya terdapat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Menurut dia, keberadaan Pedoman tersebut sangat penting sebelum revisi UU ITE dilakukan yang diperkirakan akan membutuhkan waktu yang lama.

"Revisi UU ITE kan waktunya panjang maka digunakan Pedoman untuk menginterpretasikan UU ITE agar penegak hukum tidak menafsirkan UU ITE ke sana ke sini," ujarnya.

Menurut dia, poin-poin yang ada dalam Pedoman Implementasi UU ITE hanya berisi interpretasi terhadap pasal-pasal yang dianggap bermasalah atau "pasal karet".

"Pasal karet" tersebut menurut Henri seperti Pasal 27 ayat 1 terkati pornografi atau pelanggaran kesusilaan, Pasal 27 ayat 2 tentang Perjudian, Pasal 27 ayat 3 tentang Penghinaan dan Pencemaran nama baik, Pasal 27 ayat 4 tentang pengancaman dan pemerasan.

"Lalu Pasal 28 ayat 2 tentang penyebaran informasi untuk kebencian yang menimbulkan kebencian. Istilahnya adalah mengajak orang untuk yang menimbulkan kebencian, mengajak orang untuk membenci atau rasa kebencian, permusuhan itu yang dilakukan tadi, pembuatan pedomannya," katanya.

Henri mencontohkan, laporan pencemaran nama baik terkait pemberitaan di internet yang dibuat institusi pers yang merupakan kerja jurnalistik maka diberlakukan mekanisme sesuai UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers yang sifatnya lex spesialis sehingga tidak bisa dikenakan UU ITE.

Namun menurut dia, kalau ujaran dilakukan oleh pribadi seorang jurnalis di media sosial, maka yang bersangkutan bisa dikenakan UU ITE.

"Kerja jurnalistik wartawan dan institusi pers dilindungi, namun kalau pribadi wartawan mengunggah dan membuat akun sendiri (ujaran penghinaan dan pencemaran nama baik) maka kena (UU ITE)," ungkap-nya.

Selain itu menurut dia terkait Pasal 27 ayat 3, pengertian penghinaan itu harus merujuk pada Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP yaitu menuduhkan suatu hal. (ade/antara).

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
BPBD Minta Warga Minahasa Tenggara Waspadai Cuaca Ekstrem

BPBD Minta Warga Minahasa Tenggara Waspadai Cuaca Ekstrem

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara meminta warga mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi selama beberapa hari terakhir.
Viral Video Kekerasan Anak, Seluruh Tubuh Balita Disulut Ayah Kandung dan Ibu Tiri Pakai  Anti Nyamuk Bakar

Viral Video Kekerasan Anak, Seluruh Tubuh Balita Disulut Ayah Kandung dan Ibu Tiri Pakai  Anti Nyamuk Bakar

Sebuah video kasus kekerasan terhadap anak viral di media sosial. Seorang anak di Padang Lawas Utara mengalami luka bakar dan memar akibat ulah orang tuanya sendiri.
Pelaku Kekerasan 'Cabut Kuku' Terhadap Anak Disabilitas Terancam 5 Tahun Penjara

Pelaku Kekerasan 'Cabut Kuku' Terhadap Anak Disabilitas Terancam 5 Tahun Penjara

Polres Sukabumi mengungkap kasus tindak kekerasan terhadap anak disabilitas yang menjadi korban dicabut kuku kakinya dalam konferensi pers, pada Selasa (7/12/2021)
Wow! Dari Aksi

Wow! Dari Aksi "Pamer Aurat" Siskaeee Raup Miliaran Rupiah

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta merilis kasus pamer aurat dengan tersangka Siskaeee atau FCN (23). Diketahui Siskaee meraup miliaran rupiah dari aksinya
Pedagang Pasar Junjang, Cirebon Meminta Keadilan Usai Lapak Mereka Dibongkar

Pedagang Pasar Junjang, Cirebon Meminta Keadilan Usai Lapak Mereka Dibongkar

Pedagang kecewa karena lapak mereka yang berada di Pasar Junjang dibongkar paksa tanpa musyawarah.
Guru dan Siswa Terpapar Covid-19, Kasus Aktif Covid-19 di Salatiga Bertambah

Guru dan Siswa Terpapar Covid-19, Kasus Aktif Covid-19 di Salatiga Bertambah

Kasus Covid-19 di Kota Salatiga kembali bertambah, setelah 11 guru dan seorang murid di sebuah sekolah dasar di Kota Salatiga dinyatakan positif Covid-19.
Trending
Pemerintah Tidak Jadi Berlakukan PPKM Level 3 Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2022

Pemerintah Tidak Jadi Berlakukan PPKM Level 3 Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2022

Pemerintah memutuskan batal menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 pada periode perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022
PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru Batal. Ini Aturan yang Akan Berlaku

PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru Batal. Ini Aturan yang Akan Berlaku

Kebijakan PPKM level 3 periode perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 batal diberlakukan menyeluruh di wilayah Indonesia. Berikut aturan yang harus dipatuhi
Viral Wanita Berpakaian Bhayangkari di TikTok: Kacang Hijau Bergizi, Tapi Cokelat Bikin Nyaman

Viral Wanita Berpakaian Bhayangkari di TikTok: Kacang Hijau Bergizi, Tapi Cokelat Bikin Nyaman

Unggahan di TikTok tentang perbandingan "kacang hijau" dan "cokelat" yang diduga merujuk kepada warna seragam TNI dan Polri.
Videonya Kacang Hijau VS Cokelat Viral di Medsos, Polisi dan Bhayangkari Gadungan dari Karawang Minta Maaf

Videonya Kacang Hijau VS Cokelat Viral di Medsos, Polisi dan Bhayangkari Gadungan dari Karawang Minta Maaf

Ratna (28) dan Riki Alamsyah (35) meminta maaf karena buat video membandingkan "kacang hijau" dan "cokelat" yang diduga merujuk warna seragam TNI dan Polri.
Ngeri... Ini Penampakan Ombak Tinggi yang Hantam Wilayah Pesisir Pantai Parepare Sulsel

Ngeri... Ini Penampakan Ombak Tinggi yang Hantam Wilayah Pesisir Pantai Parepare Sulsel

Angin kencang dan ombak tinggi kembali menerjang pesisir pantai kota Parepare,Sulawesi Selatan pada Senin (6/12/2021) dari petang hingga malam. Ombak besar memporak-porandakan lapak-lapak pedagang makanan kawasan Pantai di Kelurahan Sumpang Minangae, Parepare, Sulsel. Bukan hanya itu, ombak tinggi yang menghantam pesisir pantai kota Parepare juga membuat puluhan rumah warga di Kecamatan Bacukiki Barat dan Kecamatan Ujung yang berada di pesisir pantai terendam banjir rob.
BPBD: Lima kecamatan di Kota Makassar Terdampak Banjir

BPBD: Lima kecamatan di Kota Makassar Terdampak Banjir

Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar beberapa hari terakhir pada senin malam (6/12) membuat sejumlah ruas jalan dan wilayah pemukiman warga terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 50 hingga 120 Centimeter. Dari catatan BPBD Kota Makassar sendiri, dari 14 Kecamatan yang ada di Kota Makassar 5 Kecamatan telah terdampak banjir. Proses evakuasi pun dilakukan oleh Tim relawan dari BPBD kota Makassar, SAR Brimob serta TNI.
Diduga Sempat Live Melalui Akun Medsos, Begini Kronologis Gatung Diri Wanita Pegawai Harian Lepas RS Bhayangkara

Diduga Sempat Live Melalui Akun Medsos, Begini Kronologis Gatung Diri Wanita Pegawai Harian Lepas RS Bhayangkara

Setelah meminta keterangan para saksi, Kepolisian Resort Kota Padang menyampaikan kronologis ditemukannya korban gantung diri pada Senin (06/12/ 2021), di dalam rumahnya di Aspol Alai Blok D/30 Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
Kabar Petang
18:30 - 20:00
Apa Kabar Indonesia Malam
20:00 - 21:30
Catatan Demokrasi
21:30 - 22:00
Kabar Utama
22:00 - 22:30
Buru Sergap
22:30 - 23:30
Kabar Hari Ini
Selengkapnya