Tutup Menu
LIVESTREAM
Artikel
Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar.
Sumber :
  • ANTARA/HO-DPR RI

Wakil Ketua DPR RI: Aplikasi Pinjol Harus Di Hapus dari Android & IOS

Kamis, 14 Oktober 2021 - 13:33 WIB

Jakarta - Langkah pemerintah memutus akses ribuan situs pinjaman online (pinjol) ilegal belum cukup, sehingga harus menghapus aplikasi "pinjol" yang bertebaran di Play Store maupun App Store, ungkap Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar.

"Pemutusan akses platform fintech ilegal itu tidak cukup menyelesaikan masalah, saya kira aplikasinya juga harus dicabut di Android maupun IOS. Karena walaupun sudah diblokir, masih saja muncul lagi selama masih ada di Google atau Apple," kata Muhaimin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dia juga menyarankan agar pemerintah juga menghentikan keberadaan pinjol ilegal di hulu yaitu dengan memberikan notifikasi kepada Google dan Apple untuk segera menghapus aplikasi-aplikasi "pinjol" ilegal.

Menurut dia, apabila notifikasi permintaan penghapusan itu tidak juga ditanggapi, maka pemerintah perlu membuat kebijakan yang lebih tegas untuk penyedia "platform".

"Karena pemilik aplikasi seperti Google dan Apple malah menjerumuskan pengguna untuk bisa mengunduh aplikasi pinjol ilegal," ujarnya.

Ketua Umum DPP PKB itu menilai kunci utama yang paling efektif untuk bisa memberantas "fintech lending" ilegal adalah dengan meningkatkan literasi kepada masyarakat.

Dia juga melihat perkembangan kegiatan fintech lending ilegal sangat meresahkan karena di tengah pandemi Covid-19 karena masih ada penawaran pinjaman tanpa izin.

"Terlebih, para pelaku ini memanfaatkan kesulitan finansial masyarakat saat pandemi, banyak yang melapor ke saya terkait pinjol ini. Saya kira ini perlu disikapi lebih serius pemerintah agar tidak semakin melebar dampak negatifnya," katanya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menindak tegas para penyelenggara "financial technology peer to peer lending" atau pinjol ilegal yang merugikan masyarakat.

Instruksi tersebut merupakan tindak lanjut Kepolisian Indonesia atas arahan dari Presiden Joko Widodo yang meminta kasus pinjol ini benar-benar ditangani dengan serius.

"Kejahatan 'pinjol' ilegal sangat merugikan masyarakat sehingga diperlukan langkah penanganan khusus. Lakukan upaya pemberantasan dengan strategi Preemtif, Preventif maupun Represif," kata Sigit dalam memberikan pengarahan kepada Polda jajaran melalui vicon di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/10).

Dalam pengarahannya, Sigit menjelaskan, pelaku kejahatan pinjol ilegal kerap memberikan promosi atau tawaran yang membuat masyarakat tergiur untuk menggunakan jasa layanan tersebut. Sehingga, hal tersebut menjadi salah satu penyebab banyaknya korban dari pinjol ilegal. (anr/mii)

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Kontainer Timpa Minibus di Tol Cipularang, Satu Tewas

Kontainer Timpa Minibus di Tol Cipularang, Satu Tewas

Truk kontainer yang terbalik itu melintang dan menutup semua badan jalan Tol Cipularang.  akibatnya kemacetan terjadi sepanjang KM 91 hingga KM 100.
KPK Tetapkan Bupati Musi Banyuasin Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Musi Banyuasin Tersangka

KPK menetapkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) bersama tiga orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa.
KPK Amankan Rp1,7 Miliar Dalam OTT Bupati Musi Banyuasin

KPK Amankan Rp1,7 Miliar Dalam OTT Bupati Musi Banyuasin

KPK mengamankan uang sekitar Rp1,7 miliar terkait operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) dan kawan-kawan.
Garut Darurat Pengguna Obat Haram, Ibu Jadi Pengedar ke Remaja dan Pelajar

Garut Darurat Pengguna Obat Haram, Ibu Jadi Pengedar ke Remaja dan Pelajar

Obat - obat haram tersebut sudah sampai di jaringan Desa di pelosok Garut, bahkan yang bikin miris, pengedarnya seorang ibu rumah tangga
Imigrasi Sumbawa Buka Layanan Eazy Passport

Imigrasi Sumbawa Buka Layanan Eazy Passport

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa Besar, Kanwil Kemenkumham NTB, menghadirkan solusi pembuatan paspor Eazy Passport.
Puan: Pinjol Harus Diberantas Hingga ke Pemodal

Puan: Pinjol Harus Diberantas Hingga ke Pemodal

Pinjol ilegal harus diberntas hingga ke akar-akarnya, termasuk pemodal meski ia merupakan Warga Negara Asing.
Trending
Gempa Bali, Sejumlah Warga Masih Tertimbun

Gempa Bali, Sejumlah Warga Masih Tertimbun

Made mengatakan, guncangan terasa di hampir seluruh wilayah di Bali, terutama di dua daerah.
Bus Wisata yang Tabrakan Beruntun di Tol Merak Angkut Rombongan Ziarah

Bus Wisata yang Tabrakan Beruntun di Tol Merak Angkut Rombongan Ziarah

Akibat tabrakan beruntun itu, satu orang bernama Haji Boto, meninggal dunia.
Ratusan Warga Kepung & segel Desa Bonto Kassi Takalar, Ada Apa?

Ratusan Warga Kepung & segel Desa Bonto Kassi Takalar, Ada Apa?

Ratusan warga di Desa Bonto Kassi, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi selatan, mengepung Kantor Desa Bontokassi dan melakukan aksi unjuk rasa terkait dugaan kecurangan seleksi Kepala Desa.
Sejumlah Bangunan Rusak akibat Gempa Bumi di Bali 

Sejumlah Bangunan Rusak akibat Gempa Bumi di Bali 

SAR Denpasar juga menyebutkan, masyarakat di sejumlah wilayah merasakan guncangannya.
Selain Anak Alex Noerdin, Ini Pejabat Muba yang Terjaring OTT KPK

Selain Anak Alex Noerdin, Ini Pejabat Muba yang Terjaring OTT KPK

Buntut penangkapan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sejumlah pejabat Pemkab pun turut diamankan KPK.
Solar Langka, Picu Antrean Panjang di SPBU

Solar Langka, Picu Antrean Panjang di SPBU

Sejumlah SPBU beberapa hari terakhir, mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak khususnya jenis solar
Gempa Bali, BPBD Sibuk Evakuasi Korban yang Tertimbun

Gempa Bali, BPBD Sibuk Evakuasi Korban yang Tertimbun

Korban belum bisa dikeluarkan dari reruntuhan karena BPBD masih menunggu Tim SAR. 
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
Apa Kabar Indonesia Malam
20:00 - 21:00
Kabar Utama
21:00 - 22:00
Indonesia Dalam Peristiwa
22:00 - 00:00
One Pride Mixed Martial Arts
23:59 - 01:00
Kabar Hari Ini
01:00 - 02:00
Trust
Selengkapnya