Tutup Menu
LIVESTREAM
Artikel
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X
Sumber :
  • antara

Sultan HB X: Sulit Tekan COVID-19 Jika Masyarakat Anggap Enteng

Minggu, 20 Juni 2021 - 20:28 WIB
Oleh :

Yogyakarta, 20/6 - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebutkan penularan COVID-19 sulit dikendalikan apabila masyarakat menganggap enteng dan tidak kooperatif mendukung kebijakan pemerintah.

"Karena ini semua tergantung dari kita sendiri-sendiri, kita bisanya hanya mengambil kebijakan, berbuat sesuatu mengkonsolidasikan kesehatan masyarakat. Kalau masyarakat menganggap enteng, ya kita juga kesulitaN menindaklanjuti penularan," kata Sri Sultan dalam Rapat Terbatas (Ratas) Penanganan COVID-19 secara daring dari Gedhong Pracimasana, Kepatihan, Yogyakarta, Minggu.

Raja Keraton Yogyakarta ini kembali meminta masyarakat menjadi subjek yang turut meminimalisir penyebaran COVID-19 di DIY. Hal tersebut disampaikan mengingat tingginya penambahan kasus positif COVID-19 di DIY selama sepekan terakhir.

Penambahan kasus positif di DIY mengalami puncaknya pada Minggu (20/6) yakni sebesar 665 kasus. Angka ini merupakan angka tertinggi penambahan kasus selama pandemi COVID-19 terjadi di DIY. Di samping itu, RT yang berada di zonasi merah mencapai 19 RT dan yang berada di zonasi oranye mencapai 61 RT.

Penambahan kasus itu turut berdampak pada tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) baik isolasi maupun ICU di RS Rujukan COVID-19 DIY.

"Jadi, tadi juga sudah disampaikan oleh Menteri Kesehatan, updatenya, BOR itu 75 persen. Tapi dari kondisi tadi pagi, itu berubah. Setelah perkembangan kita ada di angka 65,44 persen," ujar Sultan.

Ia mengatakan kondisi jumlah tempat tidur, yang tadinya 941, saat ini telah bertambah menjadi 1.224 unit.

"Sudah tambah 30 persen bed yang ada khusus untuk COVID. Khususnya di RSUP Sardjito dan Hardjolukito. Ada satu yang belum aktif, sekarang kita aktifkan," kata Sri Sultan

Ia kembali menekankan kepada warga DIY agar melaksanakan Instruksi Gubernur (Ingub) DIY Nomor 15/INSTR/2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro yang dikeluarkan tanggal 15 Juni 2021 dengan semakin memperketat mobilitas.

"Semakin mengetati mobilitas masyarakat di setiap kelurahan, masyarakat sadar untuk menjaga dirinya sendiri dan itu otomatis akan bermanfaat bagi orang lain. Tanpa kesadaran seperti itu, kita tidak akan bisa menurunkan, ya fluktuatif begini terus," ujar Sri Sultan.

Di samping itu, kenaikan jumlah kasus positif COVID-19 tak hanya terjadi di DIY saja, melainkan juga di provinsi-provinsi lain di Indonesia.

"Sebagian besar (naik), kira-kira 30 provinsi yang naik, semuanya naik. Bagaimana kita mencoba masing-masing daerah memperketat kondisi yang ada," kata Sri Sultan.

Sri Sultan juga mengatakan bahwa nantinya per tanggal 22 Juni 2021, pemerintah pusat akan mengeluarkan peraturan atau kebijakan baru guna menekan laju penambahan kasus positif di 30 provinsi tersebut.

"Mungkin tanggal 22 (Juni) ada kebijakan tambahan atau lain tapi saya belum tahu perubahan itu apa dan bagaimana. Tapi saya kira, (peraturan) itu tetap dalam keseimbangan antara ekonomi dengan pembatasan yang ada, saya kira larinya ke sana, tapi bentuknya seperti apa belum tahu," kata Sri Sultan.

Sebelumnya, Gubernur DIY mewacanakan menerapkan "lockdown" total apabila PPKM Mikro yang kembali diperpanjang hingga 28 Juni 2021 kembali gagal menekan lonjakan kasus.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menegaskan peraturan yang dibuat Pemda DIY sejatinya membutuhkan kerja sama berbagai pihak.

"Ngarsa Dalem (Sultan HB X) sudah menekankan bahwa masyarakat harus jadi subjek, masyarakat jangan tidak ada usaha untuk mengingatkan orang lain, tonggo teparo (tetangga), untuk menaati protokol kesehatan," kata dia.

Aji berharap peraturan yang telah dibuat Pemda DIY dapat ditaati dengan baik. Selama ini operasional mal serta pusat perbelanjaan lainnya telan dibatasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara untuk zona merah sampai pukul 20.00 WIB.

"Rumah makan, tempat wisata, itu maksimal (pengunjung) 50 persen ya 50 persen. Jadi jangan hanya menunggu sampai Satpol PP sampai ngoyak-oyak (mengejar-ngejar), kita harus saling menjaga," ujar Aji. (toz/ant)

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Kantor LRT Pegangsaan 2 Jakarta Utara Terbakar

Kantor LRT Pegangsaan 2 Jakarta Utara Terbakar

"Ya benar ada kejadian kebakaran di LRT Jakarta. (Dugaan awal) Masih dalam penyelidikan anggota kami," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan.
Greysia/Apriyani Paling Banyak dibicarakan di Facebook Secara Global

Greysia/Apriyani Paling Banyak dibicarakan di Facebook Secara Global

Tidak hanya di Facebook, di aplikasi Instagram akun kedua atlet itu mendapatkan ratusan ribu pengikut baru.
Mabes Polri Serahkan Pemeriksaan Donasi Akidi Tio ke Polda Sumsel

Mabes Polri Serahkan Pemeriksaan Donasi Akidi Tio ke Polda Sumsel

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan tidak ada intervensi dari Mabes Polri dalam menangani perkara tersebut.
Penerima BLT Di Tangerang Wajib Menunjukkan Kartu Vaksin

Penerima BLT Di Tangerang Wajib Menunjukkan Kartu Vaksin

Kepala Desa Duri Kosambi, Hasanudin menegaskan jika warga yang belum vaksin tidak bisa mencairkan dana bantuan langsung tunai di kantor kepala desa tapi di kantor pos terdekat.
Gubernur Sumsel Minta Polisi Tindak Tegas Jika Ada Kebohongan Hibah Rp2 Triliun

Gubernur Sumsel Minta Polisi Tindak Tegas Jika Ada Kebohongan Hibah Rp2 Triliun

"Ssaya minta untuk ditindak tegas apabila terbukti ada unsur kebohongan, sebab telah menimbulkan kegaduhan," kata Gubernur Sumsel, Herman Deru.
Menko PMK Temukan Banyak Warga Belum Tersentuh Bansos

Menko PMK Temukan Banyak Warga Belum Tersentuh Bansos

Dalam sidaknya, Menko Muhadjir menemukan banyak warga rentan miskin yang bermukim di lokasi itu belum menerima bantuan sosial.
Trending
Drama Tanpa Babak Hibah Akidi Tio Sepanjang Senin 2 Agustus 2021

Drama Tanpa Babak Hibah Akidi Tio Sepanjang Senin 2 Agustus 2021

Drama tanpa babak seputar hibah Rp2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio bergulir cepat. Mulai dari polemik 'prank', bilyet giro bank Mandiri, hingga pemeriksaan marathon sembilan jam.
Wapres: 605 kiai, ulama dan pengasuh pondok pesantren meninggal dunia akibat covid-19

Wapres: 605 kiai, ulama dan pengasuh pondok pesantren meninggal dunia akibat covid-19

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendukung program Jaga Kiai sebagai salah satu bentuk penghargaan kepada para ulama dan pengasuh pondok pesantren di Indonesia.
Kadinkes: Mahasiswi lumpuh setelah divaksin Sinovac diduga akibat psikosomatis

Kadinkes: Mahasiswi lumpuh setelah divaksin Sinovac diduga akibat psikosomatis

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh Syarifah Junaidah menegaskan bahwa mahasiswi yang lumpuh usai penyuntikan vaksin Sinovac diduga mengalami psikosomatis.
50 Kios Di Pasar Bakauheni Lampung Selatan Terbakar

50 Kios Di Pasar Bakauheni Lampung Selatan Terbakar

50 Kios di pasar tradisional Bakauheni, kabupaten Lampung Selatan, provinsi Lampung terbakar pada senin malam pukul 23.30 WIB.
Mendagri Terbitkan Tiga Instruksi Perpanjangan PPKM

Mendagri Terbitkan Tiga Instruksi Perpanjangan PPKM

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Muhammad Tito Karnavian menerbitkan tiga instruksi kepada kepala daerah terkait perpanjangan PPKM Level 4 di Jawa, Bali, dan daerah lainnya.
302 Tewas Dan 50 Lainnya Hilang Akibat Bencana Banjir Di China

302 Tewas Dan 50 Lainnya Hilang Akibat Bencana Banjir Di China

Lebih dari 300 orang tewas dalam banjir baru-baru ini di China Tengah, kata pihak berwenang hari Senin. Angka tersebut tiga kali lipat dari jumlah yang diumumkan sebelumnya.
China Semakin Memimpin Di Puncak Perolehan Medali Olimpaide

China Semakin Memimpin Di Puncak Perolehan Medali Olimpaide

Kontingen Indonesia melompat naik ke posisi 35 klasemen perolehan medali Olimpiade Tokyo 2020 per hari Senin, sementara China semakin memimpin di puncak.
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
Kabar Siang
13:00 - 13:30
Spektakuler
13:30 - 14:00
Manusia Nusantara
14:00 - 14:30
Tantangan Hidup
14:30 - 15:00
Reka Ulang
15:00 - 15:30
Kabar Pasar
Selengkapnya