Tutup Menu
LIVESTREAM
Artikel
Terdakwa Lukas Jayadi (72) saat mengikuti kegiatan reka ulang kasus penembakan mobil Toyota Alphard
Sumber :
  • Antara

Kakek 72 Tahun Divonis 10 Tahun Penjara Karena Terbukti Menembak Mobil

Rabu, 4 Agustus 2021 - 17:40 WIB

Solo, Jawa Tengah - Terbukti bersalah dalam kasus penembakan mobil Toyota Alphard, seorang pria berusia 72 tahun bernama Lukas Jayadi, warga Jebres Solo, Jawa Tengah, divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Rabu (4/8)

Vonis majelis hakim yang diketuai Sunggul Simanjuntak yang didampingi dua hakim anggota: Heri Soemanto dan Hasanur Rachmansyah itu lebih ringan 2 tahun dibanding tuntutan jaksa penuntun umum (JPU) selama 12 tahun penjara. 

Pada sidang putusan secara daring tersebut majelis hakim bersama penasihat hukum terdakwa di PN Surakarta, sementara JPU Endang Sapto Pawuri di Kantor Kejari Surakarta, dan terdakwa Lukas Jayadi di Rutan Kelas 1 Surakarta.

Usai sidang, JPU Endang Sapto Pawuri mengatakan bahwa pada sidang-sidang pemeriksaan, baik saksi maupun terdakwa, sebelumnya secara tatap muka atau langsung di PN Surakarta.

Vonis majelis hakim untuk dakwaan primer, kata dia, terdakwa Lukas Jayadi terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 53 Ayat (1) KUHP tentang tindak pidana percobaan pembunuhan secara berencana.

"Selain vonis penjara selama 10 tahun, ada pidana tambahan berupa pencabutan hak tertentu, yaitu hak kepemilikan senjata api yang bersangkutan," kata JPU Endang Sapto Pawuri.

JPU mengatakan hal-hal yang menjadi pertimbangan majelis hakim memberatkan terdakwa karena yang bersangkutan tidak mengakui perbuatannya. Bahkan, terdakwa ini tidak merasa bersalah dalam kasus penembakan terhadap mobil Toyota Alphard yang ditumpangi korban warga Tegal Harjo, Jebres Surakarta.

"Terdakwa tidak merasa bersalah, tidak ada rasa penyesalan, perbuatan termasuk keji karena dilakukan kepada kerabat sendiri. Berbelit-berbelit dan ada tiga orang yang berpotensi kehilangan nyawa. Hal yang meringankan terdakwa berusia lanjut dan belum pernah dihukum," kata JPU saat menirukan pernyataan majelis hakim usai sidang.

Atas putusan PN Surakarta tersebut, kata JPU, terdakwa dan jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir.

"Kami menunggu sikap dari terdakwa apakah akan ada upaya hukum banding atau menerima putusan. Waktu pikir-pikir selama 7 hari," kata JPU.

Kasus penembakan dengan terdakwa Lukas Jayadi terhadap korban seorang pengusaha di Solo berinisial Ind (72) tersebut berawal ketika pelaku memberhentikan mobil korban di kawasan Gereja Kepunton hingga masuk ke lokasi kejadian perkara atau sebuah rumah kosong milik Lukas di Jalan Wolter Monginsidi No.46, Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, pada tanggal 2 Desember 2020.

Lukas Jayadi kemudian menembaki mobil korban sebanyak delapan kali tembakan di lokasi kejadian. Tembakan mengenai samping kanan mobil sebanyak empat bekas tembakan, samping kiri dua bekas tembakan, kaca depan satu bekas tembakan, dan belakang satu bekas tembakan. (ant)
 

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Polisi Kembali Tangkap Pria Paruh Baya Residivis Pelecehan Seksual di Kabupaten Wajo

Polisi Kembali Tangkap Pria Paruh Baya Residivis Pelecehan Seksual di Kabupaten Wajo

Polisi kembali menangkap MK (53) pria paruh baya di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, MK ditangkap lantaran kembali melakukan aksi pelecehan seksua terhadap bocak yang masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar.
Kebangetan! Mantan Kepala Desa Timbun Ribuan Liter Solar Bersubsidi

Kebangetan! Mantan Kepala Desa Timbun Ribuan Liter Solar Bersubsidi

Pelaku menyuruh sejumlah warga untuk membeli bbm jenis solar ke sejumlah spbu dengan modal membawa surat keterangan dari desa untuk kebutuhan pengairan sawah petani.
M Kece Babak Belur Dianiaya, Ketua MUI Pangandaran : Perilaku Dia Membuat Resah

M Kece Babak Belur Dianiaya, Ketua MUI Pangandaran : Perilaku Dia Membuat Resah

Youtuber M Kece  kembali menjadi sorotan usai dianiaya Irjen Napoleon Bonaparte di tahanan.
Napoleon Bonaparte Masuk Sel M Kece dengan “Gembok Milik Ketua RT”

Napoleon Bonaparte Masuk Sel M Kece dengan “Gembok Milik Ketua RT”

Andi mengatakan, gembok kamar sel yang ditempati oleh Kece ditukar dengan gembok milik tahanan lainnya yang disebut sebagai “Ketua RT”
LHKPN Belum Lengkap, 19 Ribu Pejabat Ditunggu KPK

LHKPN Belum Lengkap, 19 Ribu Pejabat Ditunggu KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat 19.967 penyelenggara negara belum melengkapi kekurangan dokumen laporan harta kekayaan penyelenggara negara
IHSG dan Rupiah Kompak Melemah Selasa Pagi

IHSG dan Rupiah Kompak Melemah Selasa Pagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (21/9) dibuka melemah 26,52 poin atau 0,44 persen ke posisi 6.049,79.
Trending
Gibran yang Hilang Misterius saat Mendaki Gunung Guntur Belum Ditemukan

Gibran yang Hilang Misterius saat Mendaki Gunung Guntur Belum Ditemukan

Terakhir kali korban terlihat berada di tendanya pada hari Minggu (19/9).
Anies Baswedan Diperiksa untuk Kasus Korupsi Pengadaan Lahan Hari Ini

Anies Baswedan Diperiksa untuk Kasus Korupsi Pengadaan Lahan Hari Ini

Pemanggilan Anies dan Prasetyo atas kebutuhan penyidik untuk melengkapi berkas tersangka.
Viral Preman Pungli Pedagang  di Medan, Bawa Samurai dan Pistol

Viral Preman Pungli Pedagang  di Medan, Bawa Samurai dan Pistol

Aksi seorang preman melakukan pungutan liar di pasar Martubung,Kecamatan Medan Labuhan,Kota Medan,Sumatera Utara viral di media sosia.
Mertua SBY Dimakamkan di Purworejo Hari Ini

Mertua SBY Dimakamkan di Purworejo Hari Ini

Almarhum Sunarti Sri Hadiyah Sarwo Edhi Wibowo meninggal dunia dikarenakan sakit di usia 91 tahun. Jenazah rencananya dikebumikan di pemakaman keluarga di Purworejo.
Macan Tutul Terekam Kamera di Gunung Sanggabuana Berjenis Kelamin Betina

Macan Tutul Terekam Kamera di Gunung Sanggabuana Berjenis Kelamin Betina

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak Ahmad Munawir menyebutkan, macan tutul yang terekam kamera di kawasan hutan Gunung Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat berjenis kelamin betina.
Gunung di La Palma Meletus, Hanguskan Ratusan Rumah Warga

Gunung di La Palma Meletus, Hanguskan Ratusan Rumah Warga

Aktivitas vulkanis Gunung Cumbre Vieja meningkat pesat selama sepekan terakhir. Erupsi perdana muncul pada hari Minggu menyemburkan lava hingga ratusan meter ke udara.
Napoleon Bonaparte Diperiksa Bareskrim Hari Ini

Napoleon Bonaparte Diperiksa Bareskrim Hari Ini

Napoleon Bonaparte atas kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhamad Kosman alias M Kece, hari ini Selasa (21/9).  
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
Coffee Break
10:30 - 11:00
Sidik Jari
11:00 - 13:00
Kabar Siang
13:00 - 13:30
Spektakuler
13:30 - 14:00
Manusia Nusantara
14:00 - 14:30
Tantangan Hidup
Selengkapnya