Tragedi PMI Tenggelam di Malaysia, DPR RI: Bukti Negara Lalai
- shutterstock
Mafirion juga menyoroti persoalan PMI ilegal di Malaysia yang disebutnya telah menjadi masalah serius selama lebih dari dua dekade.
Ia menyebut ratusan ribu PMI ilegal masih hidup tanpa dokumen resmi dan rentan mengalami eksploitasi.
“Ini bukan persoalan baru. Sudah lebih dari 20 tahun PMI ilegal menjadi masalah serius. Mereka hidup tanpa perlindungan hukum yang memadai, rawan eksploitasi, bahkan banyak anak-anak mereka akhirnya tidak memiliki kewarganegaraan yang jelas,” ujarnya.
Menurut Mafirion, dampak persoalan itu kini turut dirasakan anak-anak PMI ilegal yang kesulitan mengakses pendidikan dan layanan dasar karena tidak memiliki dokumen kewarganegaraan.
“Anak-anak itu menjadi korban dari lemahnya pengawasan negara terhadap keberangkatan tenaga kerja ilegal. Mereka kehilangan hak pendidikan, perlindungan, bahkan identitas kewarganegaraan. Negara tidak boleh terus membiarkan situasi ini berlangsung,” katanya.
Ia pun meminta pemerintah melakukan evaluasi total terhadap sistem pengawasan keberangkatan pekerja migran, memperkuat edukasi masyarakat, serta memperketat pengawasan terhadap agen dan jalur pengiriman tenaga kerja non-prosedural.
“Keselamatan dan martabat warga negara adalah tanggung jawab utama negara yang tidak bisa ditawar. Tragedi ini harus menjadi alarm keras agar pemerintah benar-benar serius memberantas praktik pengiriman PMI ilegal dari hulu sampai hilir,” pungkasnya.(rpi/raa)
Load more