Kasatgas Tito Ungkap Pemulihan Pascabencana di Provinsi Aceh Terus Menunjukkan Kemajuan
- Kemendagri
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian memberikan apresiasi atas kemajuan signifikan dalam proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh.
Selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, ia menyebut kondisi wilayah terdampak kini telah menunjukkan tren yang sangat positif.
Keterangan tersebut disampaikan Tito usai memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/6).
Berdasarkan tinjauan pemerintah, berbagai fasilitas publik dan layanan dasar yang sebelumnya sempat terhenti akibat bencana kini telah diaktifkan kembali.
Hal ini memicu geliat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang berangsur-angsur kembali seperti sedia kala.
Tito menekankan bahwa meski situasi sudah mulai stabil, pemerintah masih memiliki tugas untuk memastikan pembangunan infrastruktur yang lebih kokoh di masa mendatang.
Saat ini, kondisi normal yang dirasakan warga masih bersifat fungsional untuk mendukung kebutuhan sehari-hari.
"Tadi kita melakukan evaluasi, apa yang sudah dicapai selama masa tanggap darurat, transisi. Intinya kita sudah kembali ke normal. Tapi belum permanen, normalnya normal fungsional," katanya.
Evaluasi ini menjadi pijakan penting bagi pemerintah untuk beralih dari fase transisi menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi fisik yang lebih permanen di seluruh titik terdampak di Aceh.
Menurut Tito, pemulihan tersebut terlihat dari berbagai indikator, mulai dari sektor pemerintahan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, ekonomi, hingga layanan dasar masyarakat.
Di sektor pemerintahan, sebagian besar fasilitas pemerintahan telah kembali berfungsi sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Sementara itu, fasilitas kesehatan di wilayah terdampak juga telah kembali beroperasi untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Di bidang pendidikan, kegiatan belajar mengajar pada mayoritas sekolah terdampak telah kembali berlangsung.
Meski demikian, Tito mengakui masih terdapat sejumlah sekolah yang memerlukan penanganan lebih lanjut akibat kerusakan bangunan maupun kondisi lokasi yang masih rawan bencana.
Pemerintah terus berupaya mempercepat rehabilitasi sarana pendidikan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal.
"Namun sekali lagi, ada yang belum ideal, misalnya sekolah ya. Ada yang masih di tenda beberapa, ada yang masih darurat, tempat darurat. Ada yang numpang di sekolah lain, meskipun sebagian besar sudah kembali ke sekolah asal," ujarnya.
Load more