Tutup Menu
LIVESTREAM
Artikel
Ilustrasi bulan kesadaran kanker payudara.
Sumber :
  • (ANTARA/HO/Pexels)

Sasar Wanita Muda, Kenali Kanker Payudara Tripel Negatif

Kamis, 21 Oktober 2021 - 18:23 WIB

Jakarta - Kanker payudara menjadi kasus yang paling banyak terjadi di Indonesia dengan jumlah total 65.858 kasus per 2020, berdasarkan data Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari World Health Organization (WHO).

Dalam persentase itu, ada 16,6 persen kanker payudara dari total kasus kanker di Indonesia yang keseluruhannya mencapai 396.914 kasus. Sedangkan kanker payudara subtipe tripel negatif (TNBC) menyumbang 20 persen dari total pengidap kanker payudara dan menjadi kasus kanker payudara terbanyak kedua di Indonesia.

Kanker jenis itu bahkan memiliki perbedaan yang cukup besar dari subtipe lainnya karena sering kali ditemukan pada wanita- wanita muda.

Berkaca dari tingginya angka kasus kanker payudara di Indonesia, Yayasan Kanker Indonesia di bulan kesadaran kanker payudara ingin memberikan edukasi dan mengenalkan kepada masyarakat subtipe- subtipe dari kanker payudara.

"Dibanding dengan kanker payudara subtipe lainnya, kanker tripel negatif ini terbilang sulit penanganannya. Jadi kami harus mengedukasi masyarakat khususnya yang mengalami kanker payudara ini, bahwa kanker ini bisa disembuhkan asal mendapatkan pengobatan yang tepat,” ujar Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dokter Aru Wicaksono Sudoyo.

Umumnya untuk melihat seseorang mengidap kanker payudara, dokter akan melakukan pemeriksaan biopsi untuk mengetahui jenis kanker yang diidap pasiennya.

Ahli medis akan melihat ada atau tidak reseptor maupun protein tertentu pada sel kanker sehingga nantinya dokter bisa menentukan terapi yang tepat untuk menyembuhkan kanker.

Ada pun tiga reseptor yang dilihat pada kanker payudara adalah reseptor estrogen, reseptor progresteron, dan Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2).

Pada kasus kanker payudara tripel negatif, sesuai namanya kanker ini tidak memiliki respon dari pengecekan ketiga reseptor yang disebutkan.

Dengan sifatnya itu, maka kanker tripel payudara memang sulit diketahui pada tahap awal dan seringkali ditemukan pada stadium lanjutan sehingga tindakan pengobatan yang diambil berujung pada kemoterapi atau imunoterapi.

"Pada pengobatan kanker kita mengenal istilah terapi target sehingga mempermudah proses pengobatan. Tapi karena tripel negatif reseptornya tidak memberikan respon maka tingkat kesulitannya menjadi lebih tinggi. Beruntung saat ini kemajuan penelitian menunjukan hasil yang baik,” kata dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Hemato-Onkologi Medik Ami Ashariati yang juga anggota aktif dari IDI.

Terkait gejala pengidap kanker tripel negatif, dokter Ami menjelaskan kurang lebih gejala yang dialami mirip dengan kanker payudara pada umumnya.

Terdapat benjolan yang tidak wajar di sekitar payudara, terdapat bentuk seperti lesung pipit di payudara, perubahan kulit antara kemerahan atau memiliki tekstur seperti kulit jeruk, puting mengeluarkan cairan padahal sedang tidak dalam masa menyusui, dan puting yang masuk ke dalam.

Jika anda mengalami salah satu dari tanda- tanda yang disebutkan tersebut ada baiknya anda langsung berkonsultasi pada ahli medis.

Risiko wanita muda

Dokter Ami yang tergabung juga dalam Perhimpunan Hematologi- Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN) menjelaskan risiko wanita muda mengalami kanker payudara tripel negatif karena faktor risiko yang lebih tinggi dibanding wanita- wanita yang sudah berusia matang.

Beberapa faktor risiko yang mendominasi kanker payudara tripel negatif menjangkiti wanita muda di antaranya adalah faktor hormonal yang aktif dan juga beban stres lebih tinggi.

Dua risiko itu bisa semakin parah dengan adanya pola hidup tidak sehat seperti tidak berolahraga, merokok, terbiasa minum alkohol, serta terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji yang mengandung lemak tinggi.

"Anak-anak muda saat ini kontak dengan kondisi stresnya lebih banyak, lalu potensi menjalani pola hidup tidak sehatnya lebih tinggi. Jika itu terus dilakukan lama kelamaan dan tanpa disadari gejalanya tentu lebih mudah mengidap kanker ini,” kata dokter Ami.

Faktor risiko lainnya yang menjadi penyebab kanker payudara tripel negatif adalah faktor genetik.

Kanker memang bisa diturunkan secara genetik, bagi seseorang yang dalam keluarganya memiliki riwayat pengidap kanker maka risiko yang dimiliki generasi selanjutnya berkisar 4 kali lipat lebih tinggi dibanding keluarga yang tidak memiliki riwayat kanker.

Peristiwa- peristiwa yang melibatkan kontak hormon secara aktif seperti estrogen, progrestreron, dan prolaktin juga menambah risiko kanker payudara bisa dialami oleh seseorang.

Misalnya seperti wanita yang mengalami menstruasi lebih dini dibanding rentang usia normal berisiko terkena kanker payudara lebih tinggi sebesar 2 kali lipat karena kontak hormon estrogen lebih banyak dialami dibanding orang lainnya.

Contoh lain wanita yang mengalami menopause dan meminum obat hormonal juga berisiko 1- 2 kali lipat mengalami kanker payudara.

Selain itu obesitas juga ikut berpengaruh pada risiko seseorang bisa mengidap kanker payudara.

Hal itu disebabkan karena lemak pada orang obesitas berpotensi menjadi hormon estrogen yang kadarnya lebih tinggi daripada orang dengan berat badan ideal.

Pencegahan dan pengobatan

Dokter Ami menyebutkan ada dua cara mencegah kanker payudara tripel negatif menjangkiti tubuh seseorang. Pencegahan pertama adalah pencegahan dari kebiasaan yang bisa diubah seperti pola hidup, kebiasaan olahraga, dan waktu istirahat.

"Kita bisa memodifikasi gaya hidup. Kita tahu usia atau pun gen tidak bisa kita modifikasi tapi kebiasaan seperti gaya hidup, olahraga, berhenti merokok dan minum alkohol itu bisa kita lakukan untuk mencegah kanker payudara,” ujar dokter lulusan Universitas Airlangga Surabaya itu.

Pencegahan kedua atau sekunder adalah dengan secara rutin melakukan gerakan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri.

SADARI harusnya bisa dilakukan sedari dini saat usia sudah mencapai masa reproduksi, dilakukan satu atau dua minggu setelah masa menstruasi berakhir.

Caranya mudah dengan melihat di cermin postur payudara baik kanan dan kiri adakah perubahan atau tanda- tanda seperti benjolan.

Anda juga bisa memanfaatkan panduan dari situs- situs kesehatan untuk mendapatkan penjelasan lebih mendalam tentang SADARI.

Jika ternyata terdapat hal yang abnormal pada payudara setelah anda menjalani SADARI, maka masuk ke pencegahan ketiga yaitu berkonsultasi dengan ahli medis atau dokter.

“Biasanya dokter akan menyarankan mamografi atau USG jika setelah ditemukan keluhan, sehingga bisa terdeteksi sejak dini agar bisa ditangani dengan tepat apakah benar itu kanker payudara atau bukan,” ujar dokter Ami.

Terkait pengobatan, jika ternyata anda dinyatakan mengidap kanker payudara tripel negatif dokter akan memberitahu stadium hingga opsi- opsi pengobatan yang bisa dilakukan agar pasien sembuh.

Jika pada stadium awal, maka normalnya pasien akan diberi pilihan untuk mengikuti operasi pembedahan.

Pada stadium lanjutan, maka pasien akan ditawari pilihan untuk melakukan kemoterapi dan imunoterapi.

Hal terpenting ketika anda sudah mengetahui kondisi anda mengidap kanker payudara tripel negatif adalah melakukan pengobatan.

Karena dengan pengobatan yang tepat maka tingkat angka harapan hidup anda tentu semakin tinggi.

“Pengobatan untuk kanker ini sangatlah penting,apalagi untuk yang ditemukan di stadium awal. Dengan pengobatan yang tepat, pasien memiliki angka kesintasan (harapan hidup) 95 persen dalam lima tahun,” ujar dokter Ami.

Hal penting lainnya dalam pengobatan pastikan anda bisa melakukan kontrol stres agar kondisi fisik dan imun tubuh bisa terjaga sehingga proses penyembuhan bisa dilakukan dengan optimal.

Perlu diakui di Indonesia untuk penanganan kanker payudara tripel negatif masih memakan biaya tinggi, meski demikian selalu ada harapan kemajuan teknologi dan pengetahuan memampukan inovasi medis yang bisa semakin terjangkau oleh para pasien. (ant/mii)
 

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Tagar Siskaeee Bukan Muslim Ramai di Dunia Maya, Ada Apa?

Tagar Siskaeee Bukan Muslim Ramai di Dunia Maya, Ada Apa?

Kasus video pamer aurat di Bandara YIA Kulonprogo yang menghebohkan jagat maya dalam sepekan terakhir memasuki babak baru.
Polda Sulsel Siapkan Dapur Lapangan Untuk Warga Korban Banjir

Polda Sulsel Siapkan Dapur Lapangan Untuk Warga Korban Banjir

Kepolisian daerah sulawesi selatan menyiapkan dapur lapangan untuk menjamin kebutuhan makan pengungsi korban banjir. saat ini masih banyak warga yang mengungsi
Personil Polres Pemalang Sholat Gaib dan Sisihkan Rejeki untuk Korban Semeru

Personil Polres Pemalang Sholat Gaib dan Sisihkan Rejeki untuk Korban Semeru

Jajaran Polres Pemalang Jawa Tengah melaksanakan sholat gaib dan menyalurkan bantuan sosial untuk para korban bencana alam erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur. 
Meski PPKM Level 3 Batal, Kota Semarang Tetap Lakukan Pengetatan saat Nataru

Meski PPKM Level 3 Batal, Kota Semarang Tetap Lakukan Pengetatan saat Nataru

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan pihaknya tetap memberlakukan pembatasan dan pengetatan berbagai kegiatan kemasyarakatan saat Natal dan tahun baru
Museum Rumah Adat Nan Baanjuang Memiliki 600 Koleksi Sejarah Bukittinggi

Museum Rumah Adat Nan Baanjuang Memiliki 600 Koleksi Sejarah Bukittinggi

Museum Rumah Adat Nan Baanjuang yang terletak di lokasi Taman Marga Satwa Kinantan Bukittinggi (TMSBK) Kota Bukittinggi, memiliki 600 macam benda koleksi sejarah.
Berikut Isi Lengkap Wawancara tvOne dengan Siskaeee

Berikut Isi Lengkap Wawancara tvOne dengan Siskaeee

"Saya sebenarnya tidak tahu, bahwa video yang saya unggah di situs tertentu itu heboh dan viral," ujar Siskaeee kepada tim tvOne, Rabu (8/12/2021).
Trending
WN Arab Saudi yang Siram Istri dengan Air Keras di Cianjur Ungkap Alasan di Balik Pembunuhan Berencana Sarah

WN Arab Saudi yang Siram Istri dengan Air Keras di Cianjur Ungkap Alasan di Balik Pembunuhan Berencana Sarah

Abdul Latif (48) mengungkapkan alasan di balik pembunuhan berencana yang dia lakukan kepada istri sirinya, Sarah (21)
Karyawati Minimarket di Takalar Dibegal, Pelaku Ambil Tas dan Dua HP setelah Tusuk Perut Korban

Karyawati Minimarket di Takalar Dibegal, Pelaku Ambil Tas dan Dua HP setelah Tusuk Perut Korban

Korban Febrianti S (21) kini dirawat intensif di RS Hadji Padjonga Daeng Ngalle akibat luka serius di bagian perutnya, Rabu (8/12/2021).
Beredar Video Panas Durasi 32 Detik Mirip Selebgram Asal Sampit

Beredar Video Panas Durasi 32 Detik Mirip Selebgram Asal Sampit

Wajah selebgram yang cantik dan berkulit putih mulus itu cukup familiar di mata warga Kotim, yang sering berselancar di dunia maya.
Omicron Masuk Indonesia, Empat Orang Terpapar. Wagub DKI Masih Cek Kebenarannya

Omicron Masuk Indonesia, Empat Orang Terpapar. Wagub DKI Masih Cek Kebenarannya

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria akan mengecek kebenaran mengenai informasi empat warga Jakarta terpapar Covid-19 varian Omicron.
WN Arab Saudi yang Siram dan Cekoki Istri Air Keras Terancam Hukuman Mati

WN Arab Saudi yang Siram dan Cekoki Istri Air Keras Terancam Hukuman Mati

Abdul Latif (48) warga negara Arab Saudi yang menyiram dan mencekoki istri sirinya, Sarah (21) dengan air keras hingga korban tewas, terancam hukuman mati.
Maling Cantik Bobol Toko Emas di Surabaya Ditangkap Polisi. Apesnya yang Dicuri Emas Imitasi

Maling Cantik Bobol Toko Emas di Surabaya Ditangkap Polisi. Apesnya yang Dicuri Emas Imitasi

Seorang wanita cantik ditangkap usai membobol toko emas cahaya berlian di pasar Blauran, kota Surabaya, Rabu (08/12/2021) dini hari. Pelaku beraksi seorang diri
Banjir Lahar Dingin Susulan dari Gunung Semeru Mengubur Satu Dusun

Banjir Lahar Dingin Susulan dari Gunung Semeru Mengubur Satu Dusun

Banjir lahar dingin Gunung Semeru kembali menerjang hilir Sungai  Curah Kobokan di Lumajang, Jawa Timur, Rabu (7/12/2021). Berdasarkan pantauan tim tvonenews, luapan banjir lahar ini mengakibatkan endapan awan panas ikut terbawa lahar dan mengubur permukiman satu dusun.
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
Apa Kabar Indonesia Malam
20:00 - 21:00
Indonesia Business Forum
21:00 - 22:00
Kabar Utama
22:30 - 23:30
Kabar Hari Ini
23:30 - 00:00
Kabar Arena
00:00 - 01:00
Kabar Dunia
Selengkapnya