Bagamaina Cara Pembagian Daging Kurban Idul Adha? Ini Penjelasan Buya Yahya
- Ilustrasi AI/ChatGPT
tvOnenews.com - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.Â
Menjelang perayaan besar umat Islam tersebut, berbagai persiapan mulai dilakukan masyarakat, mulai dari pelaksanaan shalat Id hingga penyembelihan hewan kurban.Â
Salah satu hal yang sering menjadi perhatian setiap tahun ialah proses pembagian daging kurban agar berlangsung tertib dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, pembagian daging kurban kerap memunculkan pertanyaan, apakah setiap keluarga harus mendapat jumlah yang sama?Â
Ada pula yang mempertanyakan apakah keluarga dengan anggota lebih banyak boleh menerima daging lebih banyak dibanding keluarga kecil.
Menanggapi hal tersebut, Buya Yahya memberikan penjelasan bahwa Islam tidak menetapkan aturan baku mengenai jumlah pembagian daging kurban untuk setiap keluarga.Â
Namun, panitia kurban tetap dianjurkan membagikan daging secara bijak, merata, dan mempertimbangkan rasa keadilan di tengah masyarakat.
- Freepik
Buya Yahya menuturkan, dalam pembagian daging kurban tidak ada ketentuan khusus bagi setiap keluarga.
Namun panitia harus membagi secara rata dan adil agar tidak timbul kecemburuan antara yang satu dengan yang lain.
"Pembagian daging kurban tidak ada ketentuan yang khusus. Hanya meratakan itu penting punya makna menghindarkan dari kecemburuan," ujar Buya Yahya.
Menurutnya, rasa iri atau kecemburuan sosial terkadang muncul apabila masyarakat merasa pembagian daging tidak seimbang.Â
Karena itu, panitia kurban diharapkan mampu bersikap bijaksana dalam menentukan porsi pembagian agar suasana Idul Adha tetap penuh kebersamaan dan kebahagiaan.
Buya Yahya juga menjelaskan bahwa pembagian daging kurban dapat disesuaikan dengan kondisi penerima.Â
Misalnya, keluarga kurang mampu dengan jumlah anggota yang banyak diperbolehkan menerima bagian lebih besar dibanding keluarga kecil.Â
Hal tersebut tetap diperbolehkan dan tidak menyalahi aturan syariat.
Pembagian seperti itu dinilai sebagai bentuk kepedulian sosial dan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing penerima.Â
Dengan demikian, tujuan utama ibadah kurban sebagai sarana berbagi dan membantu sesama dapat benar-benar dirasakan masyarakat.
"Kami menghimbau kepada siapapun yang menerima daging kurban itu adalah rezekimu, tidak perlu iri kepada yang lain," kata Buya Yahya.
Load more