Tutup Menu
LIVESTREAM
Badai Seroja Porandakan Sunda Kecil

Badai Seroja Porandakan Sunda Kecil

Jumat, 9 April 2021

Kabar duka kembali berhembus. Tak tanggung-tanggung, kali ini embusannya meluluhlantakkan kehidupan di Kepulauan Sunda Kecil, tepatnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
 

Akar-akar tercerabut, banjir menerjang, dan ombak menggila akibat Badai Seroja yang tanpa ampun meniup Kupang, Sumba, Flores Timur, Alor, beserta sejumlah wilayah lainnya di NTT dan NTB sejak Jumat (2/4) lalu.
 

Sejumlah rumah dan fasilitas rompal dan roboh. Puingnya berserakan di jalanan mengganggu arus transportasi dan logistik bantuan yang mulai berdatangan. Bangunan-bangunan yang senantiasa berdiri gagah di bibir pantai juga mengalami kondisi serupa.
 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan memberikan peringatan keras untuk warga agar menjauhi garis pantai supaya tidak terjadi hal-hal yang membahayakan jiwa.
 

Memang masih tampak denyut nadi kehidupan di salah satu surga tropis ini, namun jika malam menjelang, beberapa area mendadak menjadi kota mati akibat kehilangan tenaga listriknya.
 

Bahkan sempat dilaporkan pada masa awal badai menghantam, masyarakat harus berbondong-bondong menuju bandar udara hanya untuk sekadar mengisi daya gawainya agar bisa berkomunikasi dengan sanak famili.
 

Adalah kaka Lenty, salah satu korban keganasan siklon tropis Seroja yang kini menjadi pengungsi di tanah kelahirannya yakni di pulau Adonara, NTT.
 

Kaka Lenty menjadi salah satu pengungsi di antara sekian ribu jiwa yang kehilangan tempat tinggal. Puluhan diantaranya bahkan tak beruntung dan harus meregang nyawa.
 

"Kondisi rumah saya memang masih berdiri tapi sudah tidak bisa ditempati. Rumah warga yang lain juga dibawa oleh banjir," tutur Lenty saat diwawancarai tvOne.
 

Ia mengisahkan, tempatnya tinggal mulai diguyur hujan deras sejak pukul 9 malam. Lalu pada pukul 12 malam sungai di dekat ia tinggal mulai meninggi dan arusnya membawa batu-batu besar sehingga menggetarkan rumahnya.
 

"Bapa langsung membangunkan saya karena ada teriakan warga katanya 'banjir sudah dekat!'. Akhirnya sekitar jam 2 air mulai meluap terus masuk ke rumah-rumah. Baru mulai saat itu listrik padam, bapa langsung tarik saya lari," sambungnya.
 

Mereka terus berlari dalam keadaan gelap gulita. Tanpa mereka ketahui, air sungai yang meluap sudah memenuhi badan jalan. Akibatnya, Lenty bersama keluarga sempat terseret arus banjir. Mereka dapat berenang ke tepi dan berpegangan erat pada bangunan yang masih berdiri.
 

Namun nahas akibat hal tersebut, lutut ayahanda Lenty terluka cukup parah sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit di Larantuka untuk menjalani operasi.
 

Siklon Seroja Terkuat

Fenomena alam yang mendera kaka Lenty dan ribuan warga lain, diyakini oleh kepala BMKG Dwikorita Karnawati sebagai siklon tropis Seroja yang terkuat yang pernah ada. BMKG juga menyatakan hujan disertai kilat masih akan terus terjadi dan meminta masyarakat untuk tetap waspada.
 

Siklon seroja terjadi akibat meningkatnya suhu permukaan air laut di sekitar wilayah terdampak. Selain hujan dan petir, gelombang laut masih tetap akan tinggi dan bergolak. Ia pun mengatakan bahwa siklon diperkirakan baru akan mulai menjauh pada tanggal 9 April mendatang.
 

BMKG bahkan sudah mengaktifkan stasiun-stasiun BMKG di wilayah terdampak agar dapat memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
 

Kabar Duka dari Sunda Kecil Direspon Cepat.

Presiden Joko Widodo perintahkan agar proses evakuasi dan penyaluran bantuan kepada korban dipercepat. Presiden juga minta menteri terkait, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Basarnas memastikan fasilitas kesehatan dibuat di lokasi bencana demi kesehatan warga.
 

"Saya minta kepala BNPB, Kepala Basarnas dibantu Panglima TNI dan Kapolri mengerahkan tambahan personil SAR sehingga dapat menjangkau lebih banyak wilayah terdampak dan wilayah terisolir," tegas Presiden.

Berita Terkait :
Saksikan Juga
Trending
Jokowi Cek Obat Covid-19,  Epidemiolog UI: Itu Obat Keras, Petugas Bilang Ada Bisa Bermasalah

Jokowi Cek Obat Covid-19,  Epidemiolog UI: Itu Obat Keras, Petugas Bilang Ada Bisa Bermasalah

Pandu mengatakan paket obat yg disediakan pemerintah itu kontra-produktif & tidak mendidik rakyat agar hindari konsumsi obat keras.
Presiden Cari Obat Covid-19 di Apotek di Bogor, Hasilnya Nihil

Presiden Cari Obat Covid-19 di Apotek di Bogor, Hasilnya Nihil

Presiden kemudian langsung menelepon Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
Sabtu Pagi Harga Emas Jatuh 3,6 dolar AS

Sabtu Pagi Harga Emas Jatuh 3,6 dolar AS

Harga emas turun atau melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu, 24 Juli 2021 pagi WIB).
Filipina Diguncang Gempa Magnitudo 6,7

Filipina Diguncang Gempa Magnitudo 6,7

Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (United States Geological Survey/USGS) mengeluarkan informasi terjadinya gempa bumi magnitudo 6,7 di Filipina, Sabtu dini hari, pukul 03.48 WIB.
Ini Jadwal Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Ini Jadwal Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Sejumlah atlet Indonesia dari beberapa cabang olahraga akan memulai perjalanan tim Merah Putih dalam Olimpiade 2020 Tokyo, Sabtu.
Red Bull Alami Kerugian 26 miliar rupiah Akibatkan Tabrakan Max Verstappen vs Lewis Hamilton

Red Bull Alami Kerugian 26 miliar rupiah Akibatkan Tabrakan Max Verstappen vs Lewis Hamilton

Tabrakan antara mobil Max Verstappen dan Lewis Hamilton di Grand Prix Inggris telah mengakibatkan Red Bull mengalami kerugian sebesar 1,8 juta dolar AS.
Sejumlah Wilayah Indonesia Diprakirakan Alami Hujan Disertai Petir

Sejumlah Wilayah Indonesia Diprakirakan Alami Hujan Disertai Petir

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG) memprakirakan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
Pesona Nusantara
11:30 - 12:30
Kabar Siang
14:00 - 14:30
OnePrix
14:30 - 15:00
Football Vaganza
15:00 - 15:30
Buru Sergap
15:30 - 16:00
Ragam Perkara
Selengkapnya