news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Prof. Juneman.
Sumber :
  • IST

Gagas Sains dan Pancasila untuk Lawan Korupsi Ilmu, Prof. Juneman Jadi Guru Besar BINUS University

Guru besar adalah sosok motor penggerak untuk perguruan tinggi. Kehadirannya dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap pembinaan generasi berikutnya, terutama untuk sumber daya manusia.
Kamis, 1 Juni 2023 - 23:47 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Guru besar adalah sosok motor penggerak untuk perguruan tinggi. Kehadirannya dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap pembinaan generasi berikutnya, terutama untuk sumber daya manusia.

Guru besar merupakan seorang guru, pendidik sekaligus peneliti. Tugas dan tanggung jawab yang mereka miliki sangat besar. Bukan hanya pada institusi yang menaunginya, namun juga pada masyarakat, negara, dan dunia. Mereka juga harus terus senantiasa menambah dan membagi ilmunya terhadap generasi muda, sekaligus memberikan kontribusi untuk kemajuan bangsa.

Di Indonesia, jumlah guru besar pun terus bertambah. Belum lama ini, Prof. Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si. dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap bidang Psikologi Sosial Universitas BINA NUSANTARA, pada Senin (29/5/2023) di Auditorium BINUS University Kampus Anggrek.

Dalam pengukuhan tersebut, Prof. Juneman menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul "Melawan Korupsi Ilmu: Trajektori Sains Terbuka dan Psikoinformatika”. Ia menyampaikan gagasan bahwa melawan korupsi harus dimulai dengan melawan korupsi ilmu dan pemahaman yang tepat tentang korupsi. 

Menurutnya, korupsi berpangkal pada korupsi ilmu. Baik otoritas publik maupun otoritas sains kehilangan kualitas positifnya karena penyalahgunaan otoritas untuk kepentingan lebih sempit. 

“Transparansi merupakan syarat untuk mengatasi korupsi. Namun tidak cukup. Transparansi tanpa pemahaman hanya akan menghasilkan korupsi terbuka.  Sainsterbuka tanpa trajektori berbasis Pancasila, agama, dan konstitusi, tidak akan efektif melawan korupsi ilmu,” tegasnya.

Ilmu Terkorupsi dalam Ekosistem Sains Global

Menurut Prof. Juneman, orang Indonesia mengalami krisis pengetahuan tentang diri dan komunitasnya sendiri. Menurutnya, orang Indonesia lebih tertarik untuk membaca dan mendengarkan "satu sisi" dari sains global daripada apa yang telah ditemukan oleh peneliti kita sendiri.

“Sains global cenderung menghasilkan ilmu yang terkorupsi karena tekanan ekosistem sains global yang egosentrik dan kompetitif,” katanya.

Jalan Sains Terbuka Indonesia dan Basis Pancasila

Prof. Juneman menyatakan, Sains Terbuka juga sering dihadapkan pada tudingan seperti bermuatan ideologi neoliberal. Oleh karena itu, ia menekankan adanya basis etis Sains Terbuka yang tak tergoyahkan, yaitu Pancasila dan Agama sebagai basis lintasan sains terbuka.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral