- Istimewa
Mengejutkan! Hasil Analisa Rocky Gerung soal Tabir Kasus SYL hingga Firli Bahuri
Bahkan Rocky Gerung menilai dengan tidak ada reaksi di dewan pengawas KPK, berarti menunjukan bahwa ada yang retak di badan Dewan Pengawas KPK.
"Tapi intinya, Ketua KPK itu tak boleh bertemu dengan pejabat, bahkan dengan Presiden sekalipun., Walaupun sekadar melapor, setidaknya pakai pihak ketiga," jelas Rocky Gerung.
Di samping itu, buntut foto pertemuan tersebut, Rocky Gerung menilai, bahwa ada indikasi kedekatan dan sangat mungkin adanya kepentingan material.
"Membahsa kasus lah, atau saling mengintai kemungkinan-kemungkinan diloloskan atau disebar luaskan, timing untuk penangkapan," kata Rocky Gerung.
"Jadi, publik kemudian membuat kesimpulan sendiri. Memang pak Firli dari awal tidak etis menemuai saudara Mentan SYL, atau ditemui Mentan atau apapun indikasinya menunjukan ada batas yang dilanggar, yaitu aturan KPK, Undang-undang dan etika," sambungnya mengungkapkan.
Kemudian disinggung soal pemeriksaan kasus pemerasan pimpinan KPK di Polda Metro Jaya. Rocky Gerung sebutkan, bahwa diketahui saat ini ada perselisihan antara polisi dan KPK.
"Perselisihan sifatnya persaingan, antara Kapolda dahulu dengan Pak Firli. Jadi ini kasus lain lagi, jadi orang mulai lihat sebetulnya ini persaingan apa?" kata Rocky Gerung.
"Apakah ini persaingan saling menjebak, atau ulur waktu untuk saling tukar tambah, atau ada soal soal personalisme itu kan," sambung Rocky Gerung mengungkapkan.
Lain serakang, kata Rocky Gerung, bila Kapolda Metro Jaya sekarang bekas KPK dan diketahui Kapolda sekarang semacam gusuran dari KPK.
"Kita mau mengerti itu, tetapi buat saya, kan ada atasan merekan kan, bagaimana Firli itu polisi, lalu Sigit mau ngomong apa di situ," ujar Rocky Gerung.
Tentu kasus ini dan foto tersebut bukan soal jebak menjebak. Namun, ada etis juga di kepolisian jikalau terjadi konfrontasi di antara dua perwira tinggi tersebut.
"Nah, hari ini Kapolri Sigit harus kasih poin, jangan lagi poin itu diambil lagi oleh Mahfud MD yang kasih kisi-kisi," ujar Rocky Gerung. (aag)