- Arsil Ihsan
Tercatat 814 Gempa Susulan di NTT. BMKG Kirim Tim ke Dua KecamatanTerluar di Kepulauan Selayar
Kepulauan Selayar, Sulsel - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencata 814 kali gempa susulan pascagempa magnitudo 7,4 mengguncang wilayah NTT. Namun dari jumlah tersebut, tidak semua gempa dirasakan oleh warga, bahkan rata-rata gempa susulan yang terjadi sudah memperlihatkan hasil trand penurunan, baik itu kekuatan maupun jumlah gempanya.
Hal ini disampaikan oleh Ramadhan Priadi, Ketua Tim Survey Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Selatan, kepada tvonenews.com pada Senin (20/12), di Pulau Bonerate.
Menurut Ramdhan Priadi, BMKG menurunkan tim survey gempa ke dua Kecamatan terluar di Kepulauan Selayar sebanyak 10 orang. Tugas Tim Survey ini akan mendeteksi, merekam, dan mencatat pergerakan dan waktu terjadinya tremor atau getaran, jelas Ramadhan Priadi.
"Tim akan bekerja selama 7 hari kedepan, di Kepulauan Selayar untuk melakukan survei gempa. Tim yang tiba terbagi menjadi 2 tim, yakni 4 orang di Pulau Bonerate dan 6 orang di Pulau Kalaotoa" jelasnya.
Hasil rekaman sampai hari ke 6 pasca gempa 7,4 magnitudo, tercatat masih 814 kali gempa susulan, akan tetapi gempa yang dirasakan sudah cukup mengalami penurunan.
Berdasarkan teori sebenarnya, setelah gempa bumi besar terjadi biasanya memang akan disusul dengan gempa bumi yang lebih kecil dan frekuensi yang lebih tinggi.
Sementara, setelah gempa bumi besar, akan sangat jarang terjadi gempa bumi besar lainnya, kecuali dia beda patahan.
Untuk di wilayah Kepualauan Selayar terpantau memang trandnya sudah mengalami penurunan meskipin masih tercatat terjadi beberapa kali gempa susulan.
Masyarakat tidak perlu panik berlebihan namun tetap waspada, ujar Ramadhan Priadi.
"Untuk itu, kami mengimbau agar masyarakat Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, tidak perlu panik dengan sering terjadinya gempa susulan tersebut", ucap Ramdhan Priadi.
Tetap siaga tetapi tidak perlu sampai panik secara berlebihan, karena panik bisa membawa bencana dan bahaya bagi diri sendiri maupun yang lainnya.
"Jadi sekiranya rumahnya mengalami kerusakan untuk sementara jangan dulu ditinggali. Tapi jika rumahnya masih bagus dan tidak ada kerusakan yang berarti, masyarakat bisa kembali ke rumah masing-masing", kata Ketua Tim Survey gempa BMKG Sulawesi Selatan. (Arsil Ihsan/Ner)