- Antara
Klaim 500 Ribu Ojol Akan Matikan Aplikasi, Tapi 3 Organisasi Ini Justru Bicara Sebaliknya
{{imageId:342782}}Jakarta, tvonenews.com - Garda Indonesia klaim sekitar 500 ribu pengemudi ojek online (ojol) bakal mematikan aplikasi dalam rangka unjuk rasa 20 Mei 2025. Namun nyatanya, tiga organisasi ojol besar ini justru mengaku memilih untuk tetap angkut penumpang untuk penuhi kebutuhan hidup.
Mereka adalah Koalisi Ojol Nasional (KON), Keluarga Besar Driver Jabodetabek (KBDJ) dan Komunitas Angkutan Ojek Online (Kajol) Indonesia.
Koalisi Ojol Nasional (KON) menegaskan tidak akan tergabung dalam aksi unjuk rasa dan lebih memilih untuk tetap 'mengaspal'.
"Kami yang tergabung dalam Koalisi Ojol Nasional atau KON tidak ikut ambil bagian dari aksi nanti di tangggal 20 Mei 2025 hari Selasa nanti. Sikap kami dengan wacana offbid adalah tidak setuju," ucap Pendiri KON, Rahman Thohir, kepada tvOnenews.com, Minggu (18/5).
Rahman beranggapan bahwa regulasi semestinya diatur oleh Pemerintah. Oleh karenanya, Rahman mengaku enggan untuk menuntut aplikator.
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews
"Kami tidak ada upaya megajukan tuntutan kepada pihak aplikator kami lebih lokus kepada Pemerintah atau regulator untuk segera mengeluarkan peraturan atau payung hukum," ungkap Rahman.
Cari Rezeki & Suasana Kondusif
Secara terpisah, Ketua Kelurga Besar Driver Jabodetabek (KBDJ), Freddy Santoso Suherli menegaskan, pihaknya tidak akan ikut dalam aksi 20 Mei itu. Pihaknya lebih memilih untuk tetap mencari rezeki guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kami mendukung di dalam doa agar semoga aksi tersebut berjalan dengan lancar. Tetapi, kami juga mempunyai kebutuhan pokok yang harus kami penuhi sehari-hari," kata dia.
Meski begitu, ia mengaku mendukung aksi yang dilakukan teman-teman Ojol pada 20 Mei mendatang. Pasalnya, mereka memiliki keresahan yang sama mengenai pemotongan biaya aplikasi yang tidak masuk akal.
Ketua Umum KAJOL Indonesia, Firmansyah, juga tegas menyatakan bahwa organisasi KAJOL tidak akan terlibat dalam Aksi 205 yang direncanakan oleh sejumlah pihak.
- Ist
Keputusan organisasinya diambil guna menjaga stabilitas nasional dan menciptakan suasana yang kondusif di tengah dinamika sosial dan politik yang sedang berlangsung.
“Kami mengimbau dan menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus serta anggota KAJOL, baik di wilayah Jabodetabek maupun daerah, untuk tidak ikut serta dalam aksi tersebut demi kebaikan bersama,” ujar Firmansyah.
Ia juga menekankan bahwa pernyataan sikap ini berlaku tanpa terkecuali dan harus dijalankan secara disiplin oleh seluruh DPW dan DPC KAJOL Indonesia di seluruh Indonesia.
“Keputusan ini kami ambil demi sebesar-besarnya kemaslahatan berorganisasi dalam kehidupan demokrasi yang terbuka. Kami berharap keputusan ini bisa dipahami oleh seluruh anggota, rekan-rekan sesama ojol, serta masyarakat secara umum,” tambahnya.
Klaim Offbid Massal
Diketahui,Garda Indonesia, telah mengonfirmasi bahwa aksi yang dijuluki "Aksi 205" ini akan melibatkan sekitar 500.000 pengemudi online dari seluruh Indonesia.
"Kota Jakarta akan diserbu pengemudi ojek online gabungan roda 2 dan roda 4 dalam rangka aksi unjuk rasa akbar dan reuni aspirasi aksi akbar 205," kata Ketua Umum Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono.
Ia mengatakan aksi akbar 205 bakal berlangsung mulai pukul 13.00 hingga selesai akan dipusatkan di Istana Merdeka, Kementerian Perhubungan dan Gedung DPR RI.
Dia mengatakan akan ada beberapa aliansi ikut serta antara lain APOB, GOGRABBER, TEKAB, SAKOI dan GEPPAK organisasi Gerakan Putra Putri Asli Kalimantan.(ito)