- Istimewa
Soroti Banjir dan Longsor Sumatera, KAMMI Dorong Negara Hadir Lindungi Rakyat dan Lingkungan Hidup
Jakarta, tvOnenews.com - Rentetan bencana hidrometeorologi yang menerjang wilayah Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, memicu reaksi dari Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI).
Dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II yang digelar di Surabaya, Minggu (14/12), organisasi mahasiswa itu secara tegas mendeklarasikan bahwa Indonesia kini tengah berada dalam status Darurat Ekologis.
Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi KH, menilai bahwa banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi belakangan ini tidak bisa lagi dipandang semata-mata sebagai fenomena alam biasa. Menurutnya, ada krisis lingkungan akut yang menjadi penyebab utama di balik musibah tersebut.
“Bencana yang terjadi hari ini adalah bukti nyata rusaknya daya dukung lingkungan akibat deforestasi masif, pertambangan tak terkendali, dan alih fungsi lahan yang mengorbankan keselamatan rakyat,” ujar Jundi, Senin (15/12).
Senada dengan Jundi, Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI, Arsandi, menyoroti lambatnya pemerintah dalam menetapkan status darurat bencana nasional.
Ia menilai kelambanan ini mencerminkan minimnya keberpihakan pemangku kebijakan terhadap keselamatan warga negara.
Arsandi menekankan bahwa negara seharusnya berfungsi sebagai pelindung rakyat dan ekosistem, bukan justru memberi karpet merah bagi perusakan alam.
“Negara seharusnya hadir melindungi rakyat dan lingkungan hidup, bukan justru membiarkan eksploitasi alam oleh segelintir korporasi dan oligarki yang berujung pada tragedi kemanusiaan,” ujar Arsandi.
Melalui pernyataan sikap ini, PP KAMMI menegaskan posisi mereka untuk memikul tanggung jawab moral dan intelektual sebagai mahasiswa Muslim dalam merespons krisis kemanusiaan dan kerusakan lingkungan yang kini mengancam bangsa, khususnya di wilayah Sumatera. (dpi)