news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) menggelar agenda strategis bertajuk Pelatihan Transformasi Organisasi di Aula Kementerian Agama Kota Jakarta Timur..
Sumber :
  • Istimewa

Gelar Pelatihan di Kemenag Jaktim, Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia Dorong Transformasi Organisasi yang Berjejaring

Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) menggelar agenda strategis bertajuk Pelatihan Transformasi Organisasi di Aula Kementerian Agama Kota Jakarta Timur. 
Selasa, 16 Desember 2025 - 01:26 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) menggelar agenda strategis bertajuk Pelatihan Transformasi Organisasi di Aula Kementerian Agama Kota Jakarta Timur. 

Mengusung tema besar "Mewujudkan Hikmahbudhi yang Profesional, Berjejaring dan Digital Native", acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.

Pelatihan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini dilaksanakan dengan metode hibrida, diikuti oleh kader Hikmahbudhi dari seluruh Indonesia baik secara langsung (luring) maupun daring. 

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Presidium Pusat Hikmahbudhi, Candra Aditiya Nugraha.

Kepada awak media pada Senin (15/12), Candra menekankan bahwa penguasaan protokoler dan media sosial adalah kebutuhan mendesak bagi organisasi saat ini.

Ia menambahkan harapannya agar pelatihan ini membawa dampak konkret.

Apresiasi terhadap inisiatif ini datang dari Joko Santoso, Penyelenggara Bimas Buddha Kota Jakarta Timur. Dalam sambutannya, ia memuji langkah Hikmahbudhi yang dinilai responsif terhadap perubahan.

"Di tengah tantangan zaman yang terus berkembang, keberadaan organisasi yang aktif, profesional, dan berdasar pada nilai-nilai Buddhis menjadi sangat krusial," ungkap Joko.

Dalam sesi materi pertama, Pandu Dinata selaku narasumber menyoroti pentingnya ilmu keprotokolan. Ia menegaskan bahwa manajemen acara yang rapi sangat mempengaruhi citra sebuah lembaga.

"Tata laksana kegiatan menjadi krusial karena menunjang kelancaran, ketertiban serta kesuksesan dari pada suatu acara/kegiatan. Selain menunjang kesuksesan acara, protokoler juga sebagai ujung tombak menjaga wibawa dan citra institusi maupun organisasi," jelas Pandu.

Sementara itu, sesi kedua yang diisi oleh Mira Sahid berfokus pada pemanfaatan dunia digital. Mira menekankan bahwa bagi generasi muda saat ini, media sosial telah bertransformasi menjadi kebutuhan pokok.

"Media sosial sudah menjadi ruh bagi setiap individu, terutama bagi Gen Z, hampir rata-rata 40% keatas penggunaan media sosial, baik di platform Instagram, Tiktok dll. Media sosial bukan sekedar hiburan, tetapi sudah menjadi pusat informasi utama," kata Mira.

Mira menyarankan agar pengelolaan media sosial dilakukan dengan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time bound) untuk menghindari pengelolaan yang tidak terukur dan tanpa target waktu. Ia pun menutup sesinya dengan membagikan lima aturan emas.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:44
00:58
10:52
01:56
16:57

Viral