- ANTARA
Menuju Pusat Stem Cell Dunia, Indonesia Dapat Dukungan Tokoh Kesehatan Global
Jakarta, tvOnenews.com – Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai pemain strategis dalam pengembangan kedokteran masa depan, terutama di bidang preventive, regenerative, dan anti-aging medicine, termasuk stem cell serta gene therapy.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kolaborasi antara pemangku kepentingan nasional dengan tokoh kesehatan dunia guna mendorong regulasi yang adaptif sekaligus mempercepat inovasi medis berstandar global.
Presiden World Council of Preventive Regenerative and Anti-Aging Medicine (WOCPM) sekaligus World Council of Stem Cell and Genetic (WOCS), Deby Vinski menilai kepemimpinan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar, telah menempatkan Indonesia pada jalur strategis dalam tata kelola kesehatan modern.
“Di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar, BPOM RI mampu menjaga keseimbangan antara keselamatan masyarakat, integritas ilmiah, dan percepatan inovasi medis. Ini menjadi fondasi penting agar Indonesia dapat berkembang sebagai pusat pengembangan stem cell dan gene therapy dunia,” ujar Deby dalam keterangan resminya, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Deby, regulasi yang kuat, tetapi progresif menjadi kunci agar inovasi kesehatan berbasis teknologi tinggi dapat berkembang tanpa mengabaikan aspek keselamatan pasien.
Ia menegaskan, dengan dukungan kebijakan yang visioner dan kolaborasi internasional yang berkelanjutan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi hub global di bidang tersebut.
Dalam konteks pembangunan nasional, Deby menilai penguatan sektor kesehatan berbasis teknologi maju sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas.
“Preventive, regenerative, dan anti-aging medicine, termasuk stem cell dan gene therapy, merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ini bukan hanya tentang kesehatan, tetapi juga menyangkut daya saing bangsa,” katanya.
Sebagai ilmuwan Indonesia yang dipercaya memimpin dua organisasi dunia di bidang anti-aging, stem cell, dan genetika, Deby menilai peran Indonesia semakin diperhitungkan dalam peta kedokteran global.
Ia juga dikenal sebagai tokoh di balik pengembangan teknologi celltech, stem cell, dan bank tali pusat berstandar internasional yang beroperasi di Indonesia dan Swiss.
Sementara itu, Taruna Ikrar juga memiliki rekam jejak internasional sebagai Presiden International Association of Medical Regulatory Authorities (IAMRA). Peran tersebut dinilai semakin memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring regulator kesehatan dunia.
Kedua tokoh sepakat mendorong kolaborasi jangka panjang agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi medis, tetapi juga pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan layanan kesehatan berteknologi tinggi.
Pemerintah Indonesia sendiri telah mencanangkan pengembangan health tourism berbasis anti-aging dan stem cell therapy. Bahkan, Indonesia diusulkan menjadi Pusat Stem Cell dan Gene Therapy Dunia, dengan RSPPN Panglima Besar Soedirman sebagai kandidat utama rumah sakit hub layanan tersebut oleh WOCPM dan WOCS.
BPOM RI menyatakan kesiapan untuk memperkuat kolaborasi global, khususnya dalam pengembangan regulasi Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP), stem cell, dan gene therapy. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin keselamatan pasien sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam industri kesehatan global.
“Jika seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama, Indonesia berpeluang menjadi pusat rujukan dunia dalam stem cell dan gene therapy, tidak hanya di kawasan Asia, tetapi juga secara global,” kata Deby.
Dengan sinergi antara regulator nasional dan pakar internasional, Indonesia diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam membentuk masa depan kedokteran global serta menghadirkan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.(lgn)