- Istimewa
Raih Rising Star MCN Award, HDA Kelola Lebih Dari 7000 Kreator
tvOnenews.com - Torehan Haluan Digital Agency (HDA) sebagai peraih Rising Star MCN Award dalam ajang Indonesia Summit 2026 yang digelar oleh Tokopedia dan TikTok Shop, menjadi bukti nyata keberhasilan pendekatan berbasis sistem dan kolaborasi tim.
Capaian ini merupakan pengakuan atas kontribusi HDA dalam mendorong pertumbuhan ekosistem kreator dan brand di Indonesia. HDA dinilai sebagai mitra yang mengalami pertumbuhan Gross Merchandise Value (GMV) paling progresif dan konsisten di tanah air.
Dalam sesi summit tersebut, Brian Putra Bastara, CEO Haluan Digital Agency, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah buah dari kerja kolektif, bukan pencapaian individu semata.
“Ini adalah pencapaian tim. Dari awal kami membangun Haluan dengan fokus pada sistem, disiplin, dan kepercayaan yang menjadi komitmen bersama,” tegas Brian.
Dalam kurun waktu singkat yakni 17 bulan, Haluan Digital Agency bertransformasi dari organisasi kecil tanpa portofolio menjadi sebuah ekosistem creator commerce terintegrasi. Saat ini, HDA telah memiliki 15 divisi operasional yang mengelola lebih dari 7.000 kreator di Indonesia.
Kategori kreator yang dikelola pun sangat beragam, mulai dari affiliate, live commerce, entertainment, hingga brand-driven creator.
Seiring pertumbuhan yang masif, Haluan Digital Agency kini mencatatkan GMV lebih dari Rp300 miliar per bulan. Sebelumnya, pada November 2025, HDA juga telah memperoleh validasi sebagai Top 1 MCN, yang memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem TikTok Shop Indonesia.
Penghargaan Rising Star MCN Award di Indonesia Summit 2026 ini menandai fase pertumbuhan berikutnya bagi HDA di tengah tren discovery e-commerce.
Indonesia Summit 2026 sendiri diselenggarakan sebagai ajang apresiasi bagi penjual dan mitra dengan pertumbuhan signifikan. Stephanie Susilo, Executive Director of Tokopedia and TikTok E-commerce Indonesia, menyampaikan bahwa penguatan ekosistem ini bertujuan membantu pelaku usaha memanfaatkan konten kreatif secara berkelanjutan, terutama menjelang momentum Ramadan 2026.
Secara makro, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan terus bertumbuh dengan potensi kontribusi hingga 8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai US$600 miliar pada 2030.(chm)