- Abdul Gani Siregar
Hasil Kesepakatan Dagang Resiprokal, Gandum dan Kedelai Amerika Bebas Bea Masuk ke Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Indonesia membuka akses lebih luas bagi produk pertanian Amerika Serikat setelah kesepakatan dagang Agreement of Reciprocal Trade (ART) diteken Presiden Prabowo Subianto.
Melalui perjanjian ini, komoditas strategis seperti gandum dan kedelai asal AS akan masuk ke Indonesia dengan tarif impor 0 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut kebijakan tersebut merupakan bagian dari skema timbal balik perdagangan kedua negara.
Indonesia selama ini masih bergantung pada impor bahan baku pangan tertentu, sehingga penghapusan tarif dinilai menekan biaya produksi dan harga pangan domestik.
“Indonesia juga komitmen untuk memberikan fasilitas untuk produk Amerika dengan tarif 0 persen, karena utamanya Indonesia mengimpor produk pertanian, wheat, kemudian juga soya bean,” kata Airlangga dalam konferensi virtual, YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, kedua komoditas tersebut memiliki posisi krusial dalam konsumsi masyarakat. Gandum menjadi bahan baku tepung dan mi, sementara kedelai merupakan bahan utama produksi tahu dan tempe. Pemerintah menilai penghapusan bea masuk akan mencegah kenaikan harga pangan.
“Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat,” ucapnya.
Tak hanya tarif, pemerintah juga menjanjikan relaksasi prosedur impor. Regulasi perizinan serta standardisasi produk akan dipermudah bagi pelaku usaha AS, sekaligus menekan hambatan perdagangan non-tarif di berbagai sektor.
“Indonesia akan memberikan kemudahan untuk perizinan import dan juga standarisasi barang, baik itu industri maupun perusahaan asal Amerika. Indonesia juga komitmen untuk mengurangi hambatan tarif dan non-tarif, dan juga memberikan kepastian terutama di sektor ICT, kesehatan, dan farmasi,” jelas dia.
Sebagai imbal balik, pasar Amerika Serikat juga terbuka bagi ekspor unggulan Indonesia. Sejumlah komoditas pertanian hingga produk manufaktur nasional tidak lagi dikenakan bea masuk di pasar AS. Minyak kelapa sawit, kopi, kakao, hingga tekstil dan garmen masuk dalam daftar fasilitas tarif.
Airlangga menyampaikan, total 1.819 pos tarif diatur dalam perjanjian tersebut, membuat berbagai produk ekspor Indonesia memiliki daya saing lebih kuat di pasar global.
Kesepakatan ART menjadi salah satu langkah strategis pemerintah memperluas akses ekspor sekaligus menjaga stabilitas harga pangan domestik melalui ketersediaan bahan baku impor. (agr/raa)