news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Fakultas Ilmu Budaya UNS..
Sumber :
  • FIB UNS

Menuju Gelar Budaya dan Reuni Akbar FIB UNS, Merajut Gagasan Kebudayaan dalam Ruang Temu Jejaring Alumni

Gelar Budaya dan Reuni Akbar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) akan digelar pada Kamis, 26 Maret 2026 di Auditorium UNS, G.P.H. Haryo Mataram, Surakarta.
Minggu, 8 Maret 2026 - 05:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Zaman bergerak, tetapi kebudayaan akan selalu menemukan ruang untuk terus hidup melalui proses pewarisan dan pemaknaan ulang oleh setiap generasi. Semangat itulah yang melatarbelakangi penyelenggaraan Gelar Budaya dan Reuni Akbar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS), sebelumnya bernama Fakultas Sastra (FS) serta Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR).

Mengusung tema “Merajut Pelangi Budaya Nusantara”, kegiatan ini tidak hanya akan menjadi ajang temu kangen para alumni, tetapi juga ruang bertemunya gagasan, warisan budaya, serta kolaborasi lintas generasi. Acara ini akan digelar pada Kamis, 26 Maret 2026 pagi di Auditorium UNS, G.P.H. Haryo Mataram, Surakarta 

Orasi Kebudayaan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dijadwalkan akan mengawali kegiatan akbar ini. Menbud RI akan membawakan tema “Transformasi Kebudayaan Indonesia dalam Era Digital” yang diharapkan dapat memberikan perspektif mengenai peran kebudayaan di tengah perkembangan teknologi informasi, sekaligus menegaskan kontribusi akademisi dan alumni dalam menjaga keberlanjutan budaya nasional.

Ketua Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (KAFIB UNS), Dr. Kandar, MAP, mengatakan bahwa penyelenggaraan reuni ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-50 Universitas Sebelas Maret pada tahun 2026.

Menurutnya, setengah abad perjalanan UNS menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran perguruan tinggi dalam pembangunan bangsa, sekaligus memperkuat komitmen menghadapi tantangan global di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kandar menegaskan, Reuni Akbar Alumni FIB UNS dirancang sebagai ruang strategis untuk mempererat hubungan antaralumni sekaligus memperkuat sinergi dengan fakultas dan universitas.

Ia juga menilai kegiatan ini penting untuk memperluas jaringan profesional alumni, khususnya di bidang kebudayaan dan ekonomi kreatif yang terus berkembang.

“Dalam era globalisasi informasi yang massif saat ini telah mengubah paradigma bahwa dunia kerja telah berkembang sangat pesat, lulusan universitas tidak hanya menggantungkan pada pegawai pemerintah dan pegawai Perusahaan. Ada keterbatasan pada tempat-temlat kerja tersebut. Mereka sudah harus kreatif dan berinovasi mandiri membuka lapangan kerja sendiri,” ujar Kandar dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2026).

Mantan Deputi Bidang Konservasi Arsip ANRI itu menambahkan, jaringan antaralumni memiliki peran penting dalam berbagi informasi, pengalaman, hingga membuka peluang kerja sama..

“Reuni Akbar lintas generasi pada FIB yang diinisiasi oleh KAFIB ini menjadi wahana untuk saling transfer pengetahuan dan pengalaman untuk menjadi manusia yang mandiri dan terus berprestasi membawa nama baik kampus untuk go internasional, serta untuk kemaslahatan bangsa dan negara Indonesia,” jelasnya.

Hadirkan Gagasan dan Panggung Kebudayaan

Dalam pelaksanaannya nanti, Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS akan disulap menjadi panggung besar kebudayaan Nusantara. Berbagai pameran akan ditampilkan untuk memperlihatkan kekayaan tradisi dan kolektif pengetahuan bangsa.

Salah satu yang menarik adalah pameran dari Museum Keris Nusantara yang bakal menampilkan berbagai koleksi keris. Para ahli keris juga akan hadir untuk berbagi pengetahuan mengenai seni perkerisan hingga membuka ruang konsultasi mengenai weton dalam tradisi Jawa.

Selain itu, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) juga akan ambil bagian untuk menghadirkan arsip-arsip bersejarah. Pameran ini menjadi kesempatan bagi sivitas akademika untuk menyaksikan langsung berbagai dokumen penting yang jarang ditampilkan di lingkungan perguruan tinggi.

Kandar menjelaskan bahwa pemilihan arsip, naskah, hingga keris sebagai sorotan utama dalam reuni ini memiliki pesan budaya yang mendalam.

“Untuk membangun peradaban bangsa ke depan, tidak terlepas dari pemaknaan terhadap nilai-nilai luhur yang pernah lahir di bumi pertiwi dalam konteks kekinian. Masa-masa kejayaan masa lalu yang telah diraih bangsa kita seakan ditinggalkan,” ujarnya.

“Melalui belajar budaya yang terekam dalam arsip, naskah, dan keris sebagai wujud keahlian teknologi para pendahulu kita tersebut sudah semestinya dapat menginspirasi untuk menyelesaikan persoalan bangsa kita tercinta untuk menuju Indonesia Emas 2045 Indonesia Berdaulat, Maju, Adil, dan Makmur,” kata Kandar.

Lebih lanjut, hadirnya Menbud dalam kegiatan ini juga akan menegaskan makna penting bagi UNS dan FIB sebagai 'agen kebudayaan'.

Hal ini sejalan dengan visi UNS yang menjadikan kebudayaan nasional sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Selain pameran budaya, kegiatan ini juga menghadirkan Pameran Bahasa dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang bekerja sama dengan Balai Bahasa Jawa Tengah.

Berbagai program pengembangan bahasa serta upaya memperkuat posisi Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa persatuan juga akan dipamerkan.

Kemudian, partisipasi alumni juga akan diperlengkap dengan kehadiran berbagai pelaku UMKM dengan ragam produk kreatif mereka. Kehadiran UMKM ini menunjukkan bahwa semangat kewirausahaan juga tumbuh dalam perjalanan para alumni.

Mahasiswa FIB UNS akan dilibatkan aktif dalam kegiatan ini. Mereka akan menampilkan berbagai karya seni terbaik yang telah melalui proses seleksi, sekaligus menunjukkan bahwa estafet kreativitas budaya terus berlanjut dari generasi ke generasi.

Kandar berharap, kegiatan ini dapat mendorong lahirnya kreativitas baru di kalangan generasi muda.

“Gelar Seni, Budaya, dan UMKM bagi para alumni dan mahasiswa FIB UNS selain akan memberikan inspirasi bagi para alumni lainnya untuk meniru aksi-aksi kreatifitas yang mandiri dan membawa nama baik kampus tercinta serta berkonstribusi positif dalam membuka lapangan kerja yang baru, juga terus berkembangnya kreativitas budaya bangsa oleh para generasi penerus bangsa,” ujar alumni Ilmu Sejarah Angkatan '86 tersebut.

Acara Reuni Akbar akan diisi Talkshow serta testimoni dari perwakilan lintas alumni, pensiunan dosen, dan dosen aktif, sebagai kegiatan inspiratif kepada seluruh alumni, serta sebagian mahasiswa aktif yang diundang.

Menyulam Jaringan Alumni Sejarah Lintas Generasi

Menyambung rangkaian Gelar Budaya dan Reuni Akbar FIB UNS, kegiatan akan dilanjutkan dengan agenda Reuni Akbar Lintas Angkatan Program Studi Ilmu Sejarah yang digelar oleh Ikatan Alumni Sejarah UNS (IKA Historia UNS).

Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026 pukul 12.00 hingga 15.00 WIB di Ruang Seminar Gedung I. Suharno, FIB UNS.

Ketua IKA Historia UNS, Bima Widiatiaga, membeberkan bahwa organisasi alumni ini dibentuk sebagai wadah untuk memperkuat jaringan serta mempererat hubungan antaralumni Ilmu Sejarah UNS, dari alumni tahun 1976 hingga tahun 2020.

Program studi Ilmu Sejarah sendiri merupakan salah satu program studi tertua di UNS, yang telah melahirkan lulusan sejak awal berdirinya kampus ini pada tahun 1976.

Bima memaparkan, alumni Ilmu Sejarah kini tersebar di berbagai bidang profesi, mulai dari sektor akademik, riset, kebudayaan, industri kreatif, hingga wirausaha. Karena itu, penguatan relasi dan jaringan alumni menjadi penting untuk mendukung perkembangan program studi sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas profesi.

“IKA Historia UNS merupakan wadah alumni Ilmu Sejarah UNS yang bertujuan menjalin dan merekatkan jaringan serta relasi alumni. Relasi dan jaringan yang kuat akan berdampak positif bagi pengembangan Prodi Ilmu Sejarah UNS, baik dalam bidang akademik, pengabdian kepada masyarakat, maupun dunia kerja,” ujar Bima yang juga Kurator Museum DPR RI.

Dalam hal ini, IKA Historia UNS berkomitmen menjadi jembatan komunikasi antara alumni, mahasiswa aktif, dan program studi Ilmu Sejarah. Hubungan yang erat di antara ketiganya dinilai penting untuk memperkuat ekosistem akademik sekaligus mendukung perkembangan keilmuan sejarah di masa mendatang.

Menurut Bima, reuni lintas angkatan memiliki juga arti penting sebagai ruang pertemuan alumni dari berbagai latar belakang profesi.

“Kegiatan reuni menjadi melting pot keberagaman profesi alumni yang bermanfaat bagi perluasan jaringan kerja alumni, baik alumni lama, lulusan baru, hingga mahasiswa aktif,” jelasnya. (rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:00
00:55
03:22
08:29
05:46
11:08

Viral