- Instagram/ezrawalian - tvOnenews/Julio Tri Saputra
Ezra Walian dan Elkan Baggott Memang 'Comeback', tapi Belum Tentu jadi Pemain Inti di Timnas Indonesia, Ini Kata Pandit
tvOnenews.com - Pemanggilan pemain Timnas Indonesia untuk agenda FIFA Series 2026 memunculkan banyak perhatian.
Pelatih baru skuad Garuda, John Herdman, memanggil total 41 pemain dalam daftar awal untuk menghadapi ajang FIFA Series 2026.
Dari puluhan nama tersebut, dua pemain yang paling banyak dibicarakan adalah Elkan Baggott dan Ezra Walian.
Keduanya dianggap sebagai sosok “lama yang kembali” setelah cukup lama tidak memperkuat Timnas Indonesia.
Elkan terakhir membela timnas pada 2023 ketika tim masih ditangani Shin Tae-yong.
Sementara Ezra bahkan sudah lebih lama tidak mengenakan seragam Merah Putih, yakni sejak 2020.
Meski begitu, sejumlah pengamat menilai kembalinya kedua pemain tersebut belum tentu membuat mereka langsung menjadi pilihan utama di skuad Garuda.
- Instagram @elkanbaggott
Persaingan di Lini Belakang Semakin Ketat
Pandit sepak bola, Sapto Haryo, menilai situasi di lini belakang timnas kini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu ketika Elkan menjadi salah satu pilihan utama.
Menurutnya, kini Timnas Indonesia memiliki lebih banyak stok pemain bertahan berkualitas.
“Terakhir dia main kan di Piala Asia Januari 2024. Pasangannya waktu itu Jordi Amat, Sandy Walsh, mungkin di situ. Belum ada Jay Idzes dan pemain-pemain yang bermain di Round 2 dan Round 3,” ujar Sapto Haryo, dilansir dari YouTube NLR SPORTS.
Ia menilai kehadiran pemain baru seperti Jay Idzes dan Kevin Diks membuat kedalaman skuad di sektor pertahanan semakin kuat.
“Sekarang kita sudah tidak terlalu pusing kalau ada satu pemain yang absen. Kalau dulu ketika Elkan nggak ada, kita langsung bingung siapa yang ganti,” lanjutnya.
Meski begitu, Sapto menilai pemanggilan Elkan tetap masuk akal karena timnas membutuhkan tambahan opsi di lini belakang, apalagi dengan beberapa perubahan komposisi pemain.
“Maka kenapa akhirnya Elkan Baggott kembali dipanggil,” jelasnya.
Namun ia juga menyoroti bahwa menit bermain Elkan di klubnya, Ipswich Town, musim ini tidak terlalu banyak.
“Kalau berbicara menit tampil, sebenarnya juga nggak tebal-tebal juga menit dia tampil di Eropa. Dia baru bermain empat kali dan itu pun di reserve league, bukan di Championship-nya,” kata Sapto.
- Persik Kediri
Ezra Walian Dinilai Layak Dipanggil
Sementara itu, untuk nama Ezra Walian, Sapto melihat situasinya sedikit berbeda.
Ia menilai pemain yang kini memperkuat Persik Kediri tersebut tampil sangat konsisten di kompetisi domestik.
“Kalau kita bicara scope lokal, ini pemain yang paling mentereng. Golnya paling banyak untuk pemain lokal dan assist-nya juga bisa dibilang paling banyak,” ujarnya.
Menurutnya, kontribusi tersebut membuat Ezra layak kembali mendapat kesempatan memperkuat tim nasional, terutama ketika beberapa pemain di sektor depan sedang mengalami kendala.
Apalagi sebelumnya penyerang muda Miliano Jonathans mengalami cedera yang membuat timnas membutuhkan alternatif lain di lini serang.
“Jadi memang posisi kanan atas itu bisa dirotasi juga ke sebelah kiri, bisa menambah sesuatu. Jadi nama Ezra Walian ini masuk ke perhitungan,” kata Sapto.
- Instagram - Ipswich Town
Elkan Baggott Dinilai Masih Punya Potensi Besar
Pandangan serupa juga disampaikan pandit sepak bola lainnya, Labieb Sadat.
Ia menilai kembalinya Elkan bisa membawa dampak positif bagi timnas.
Labieb juga menyinggung bahwa sebelumnya sempat ada polemik terkait absennya Elkan pada agenda penting timnas beberapa waktu lalu.
“Kalau Elkan kan sempat ada kisruh di pra Olimpiade 2024. Waktu itu kita punya pertandingan penting dan Elkan yang sedang di Eropa sebenarnya bisa saja izin dari timnya,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai bek berusia 23 tahun tersebut tetap memiliki pengalaman yang cukup bersama timnas.
“Menurut gua kehadiran Elkan Baggott yang masih berusia 23 tahun ini cukup baik untuk Timnas. Apalagi dia termasuk back muda yang caps-nya juga cukup banyak,” kata Labieb.
Selain pengalaman, Elkan juga dinilai memiliki keunggulan fisik yang bisa menjadi senjata bagi Timnas Indonesia.
“Salah satunya Elkan yang kita tahu dengan tinggi 194 cm ini bisa menjadi tower buat Timnas Indonesia,” ujarnya.
- Instagram @ezrawalian
Ezra Walian Tampil Impresif di Liga 1
Sementara itu, Labieb juga menilai performa Ezra Walian di Liga 1 musim ini menjadi alasan kuat di balik pemanggilannya kembali.
Ia bahkan menyebut Ezra sebagai salah satu pemain lokal dengan statistik terbaik musim ini.
“Statistiknya musim ini bagus, sekitar 6 gol dan 9 assist. Apalagi dia juga kapten Persik Kediri,” jelasnya.
Menurut Labieb, peran Ezra tidak hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga sebagai pemimpin di lapangan yang mampu menghubungkan pelatih dengan para pemain.
“Artinya dia tidak hanya dipercaya sebagai goal getter di lini depan, tapi juga sebagai penghubung antara pelatih dengan pemain,” katanya.
Dengan pengalaman dan performa yang ditunjukkan musim ini, kembalinya Ezra dan Elkan dinilai sebagai hal positif bagi Timnas Indonesia.
Namun dengan persaingan yang semakin ketat di skuad Garuda, keduanya tetap harus membuktikan diri jika ingin kembali menjadi pilihan utama di bawah arahan pelatih John Herdman. (gwn)