- Ist
Kolaborasi Sekolah dan Densus 88, Guru Dibekali Strategi Deteksi Dini Radikalisme di Kalangan Remaja
Pendekatan tersebut antara lain dengan berpura-pura menjadi teman tempat curhat yang menawarkan solusi atas rasa kesepian atau ketidakadilan.
Selain itu, mereka juga menggunakan narasi heroisme palsu dengan menjanjikan tujuan hidup yang besar atau petualangan tertentu. Cara lainnya adalah membangun rasa eksklusivitas agar remaja merasa menjadi bagian dari kelompok yang dianggap istimewa.
“Penting bagi guru untuk tidak sekedar mengejarh subject outcomes, namun juga memfasilitasi siswa mengembangkan skills dan values melalui learner outcomes. Kemampuan inilah yang memungkinkan siswa bersikap kritis dan bijak di dunia digital,” ungkap Antarina S.F Amir, pendiri dan CEO Redea Institute.
“Guru adalah aktor utama yang mendukung siswa mencapai tujuan jangka panjang mereka. Sebagai garda terdepan, guru harus terus belajar memperbarui strategi pembelajaran agar mampu mendeteksi risiko dan melindungi siswa dari ancaman kekerasan maupun radikalisme.”
Strategi pencegahan di lingkungan sekolah
Tim Densus 88 juga mengingatkan bahwa pengelolaan emosi yang kurang baik pada siswa, khususnya terkait kemarahan, dapat berkembang menjadi perilaku agresif hingga dorongan balas dendam.
Karena itu, para guru dibekali sejumlah strategi untuk memperkuat ketahanan mental siswa. Salah satunya melalui peningkatan literasi digital agar siswa mampu memahami dan menganalisis konten provokatif di internet, termasuk mengenali narasi yang memecah belah seperti konsep “kita melawan mereka”.
Langkah lain yang didorong adalah menciptakan ruang aman atau safe space di sekolah. Dalam ruang ini, siswa dapat berdiskusi secara terbuka mengenai isu sensitif tanpa merasa dihakimi sehingga tidak mencari jawaban dari sumber digital yang ekstrem.
Selain itu, siswa juga diberikan edukasi mengenai keamanan digital, seperti penggunaan Two-Factor Authentication (2FA) serta cara melaporkan akun yang terindikasi melakukan pendekatan radikal atau grooming.
Kolaborasi pemerintah, sekolah, dan keluarga
Forum ini juga menegaskan pentingnya pembagian peran antara pemerintah, sekolah, dan orang tua dalam mencegah radikalisme di kalangan remaja.
Pemerintah melalui kebijakan dan aparat keamanan memberikan perlindungan di tingkat makro. Sementara itu, sekolah dan guru memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan belajar yang aman serta mendukung perkembangan siswa secara sehat.