news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi koin kripto..
Sumber :
  • Antara

20 Juta Pengguna, Indonesia Masuk Top 10 Pasar Kripto Global

Capaian tersebut menempatkan Indonesia dalam jajaran 10 besar pasar kripto global sekaligus mencatatkan pertumbuhan pasar on-chain tercepat di kawasan Asia Pasifik.
Senin, 23 Maret 2026 - 21:01 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang dipaparkan Tokocrypto dalam acara Indonesia’s Crypto Outlook 2026, jumlah pengguna kripto di Indonesia saat ini telah melampaui angka 20 juta.

Capaian tersebut menempatkan Indonesia dalam jajaran 10 besar pasar kripto global sekaligus mencatatkan pertumbuhan pasar on-chain tercepat di kawasan Asia Pasifik.

Pemaparan ini disampaikan oleh Head of Community Indonesia Crypto Network, Niki Sekar Dewayani yang menjelaskan bahwa pasar kripto Indonesia tidak lagi sekadar pasar sampingan (side market), melainkan tengah bertransisi dari pasar yang digerakkan oleh pengguna (user-driven market) menuju ekonomi kripto yang lebih terstruktur (structured cryptoeconomy).

Dibandingkan negara lain di Asia Tenggara, posisi Indonesia dinilai cukup unik karena memiliki basis pengguna yang besar dengan kepastian regulasi yang jelas. Niki membandingkan kondisi ini dengan Vietnam yang masih mengandalkan pendekatan uji coba (sandbox), serta Singapura yang menerapkan pembatasan ketat terhadap akses ritel.

Sementara itu, Indonesia memilih pendekatan yang lebih terregulasi namun tetap inklusif.

Ia juga menilai transisi pengawasan kripto di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2025 menjadi penanda era baru bagi industri ini. Infrastruktur pasar kini semakin lengkap dengan kehadiran bursa, lembaga kliring, hingga kustodian. 

Langkah tersebut dinilai sebagai persiapan untuk menerima aliran modal besar serta partisipasi investor institusional di masa depan.

Dalam pemaparannya, Niki juga menjelaskan profil dan perilaku investor kripto di Indonesia. Data menunjukkan bahwa mayoritas pengguna didominasi oleh Generasi Z dan Milenial yang semakin rasional serta lebih sadar terhadap risiko investasi.

Alih-alih didominasi perilaku spekulatif, investor ritel di Indonesia cenderung memilih aset dengan kapitalisasi pasar besar seperti Bitcoin (BTC), Tether (USDT), Solana (SOL), Ethereum (ETH), BNB, dan XRP.

Selain itu, sekitar 93,5% pengguna masih mengandalkan Centralized Exchange (CEX) sebagai infrastruktur utama untuk bertransaksi. Faktor kemudahan penggunaan, keamanan, kelengkapan aset, serta tingkat kepercayaan terhadap platform menjadi alasan utama.

Salah satu platform perdagangan aset digital yang berkembang pesat di Indonesia, yaitu Tokocrypto, mencatatkan lebih dari 4,8 juta pengguna dengan pertumbuhan pengguna aktif mencapai 75 persen sepanjang 2025.

Secara demografis, adopsi kripto di Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa dengan kontribusi sekitar 75 persen. Wilayah lainnya meliputi Sumatera (13,77 persen), Kalimantan (5 persen), Sulawesi (2,78 persen), Bali (2,78 persen), serta Maluku dan Papua yang masing-masing sekitar 0,29 persen.

Melihat distribusi tersebut, peluang ekspansi ke luar Jawa dinilai masih sangat besar. Bagi para pengembang dan investor, kondisi ini menunjukkan ruang pertumbuhan (growth runway) yang masih panjang.

Memasuki 2026, arah perkembangan pasar kripto di Indonesia diproyeksikan akan bergerak pada tiga tren utama. 

Pertama, stablecoin diperkirakan akan berkembang dari sekadar alat trading menjadi infrastruktur finansial. Kedua, konsep RWA (Real World Asset) dan Web3 mulai masuk ke aplikasi bisnis nyata. Ketiga, struktur pasar kripto diprediksi berkembang menuju model multi-operator yang semakin menyerupai pasar keuangan tradisional.

Sejalan dengan proyeksi pertumbuhan tersebut, perusahaan perdagangan aset kripto yang menjadi penyelenggara acara tersebut menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem kripto yang inklusif, terpercaya, dan memberikan dampak nyata.

Head of Product and Engineering Tokocrypto, Dematio, menyampaikan bahwa sepanjang 2026 pihaknya akan melanjutkan agenda inovasi dengan menghadirkan berbagai fitur baru yang lebih relevan bagi pengguna di Indonesia.

Ke depan, platform ini juga akan menyeimbangkan percepatan inovasi dengan penguatan fondasi teknologi, mulai dari peningkatan stabilitas sistem, pengelolaan risiko, hingga edukasi pengguna. 

Dengan pendekatan tersebut, setiap fitur yang diluncurkan diharapkan tidak hanya memberikan nilai tambah, tetapi juga meningkatkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat dalam memanfaatkan aset kripto sebagai bagian dari kebutuhan finansial mereka.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:50
11:46
13:17
04:14
05:49
11:46

Viral