news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi13.
Sumber :
  • Istimewa

Indonesia Validasi Sertifikasi Pesawat Kargo Tanpa Awak HY-100

HY-100 merupakan pesawat tanpa awak yang dikembangkan.
Selasa, 28 April 2026 - 23:23 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pesawat udara tanpa awak (UAS) kargo kelas berat Hongyan HY-100 mulai memasuki tahap pengembangan operasional di Indonesia setelah memperoleh validasi sertifikasi tipe dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

HY-100 merupakan pesawat tanpa awak yang dikembangkan Ursa Aeronautical Technology Co., Ltd. dan telah mengantongi sejumlah sertifikasi dari Civil Aviation Administration of China (CAAC), mulai dari Type Certificate (TC), Production Certificate (PC), Airworthiness Certificate (AC), hingga Operation Certificate (OC).

Validasi sertifikat tipe di Indonesia dilakukan berdasarkan regulasi CASR Part 21 dan Part 22 untuk memastikan kesesuaian standar keselamatan dan kelaikudaraan nasional.

Penyerahan validasi dilakukan oleh Kasubdit Operasi Pesawat Udara DKPPU, Reymon Palapa, mewakili Direktur DKPPU Sokhib Al Rokhman kepada Country Director PT Ursa Aero Indonesia, Tendi Febrian, dan perwakilan perusahaan pengembang pada Rabu (29/4).

Kepala Tim Engineering & Emerging Technology DKPPU, Meddy Yogastoro, mengatakan proses validasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan dokumen, simulator, hingga uji terbang.

“Validasi ini menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa teknologi UAS kelas berat dapat diintegrasikan dengan ekosistem penerbangan nasional tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” ujarnya.

Secara teknis, HY-100 memiliki bobot lepas landas maksimum 5,25 ton dengan kapasitas muatan hingga 1,9 ton. Pesawat ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.800 kilometer dengan durasi operasi lebih dari 10 jam.

Selain itu, HY-100 dirancang dapat lepas landas dan mendarat di landasan pendek, termasuk permukaan rumput, tanah, maupun aspal dengan panjang kurang dari 550 meter.

Pemerintah menilai teknologi pesawat tanpa awak berkapasitas besar berpotensi mendukung distribusi logistik, khususnya untuk wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

Country Director PT Ursa Aero Indonesia, Tendi Febrian, mengatakan penggunaan pesawat tanpa awak kelas berat dapat menjadi alternatif penguatan distribusi logistik nasional, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Dengan sertifikasi ini, kami membawa standar keamanan tinggi untuk mendukung distribusi logistik di wilayah 3T di Indonesia secara lebih efisien,” kata Tendi.

Ia menambahkan pengembangan teknologi Large Unmanned Aircraft System (LUAS) juga berpotensi dimanfaatkan untuk sektor lain, seperti pertanian, modifikasi cuaca, penanganan bencana, hingga pengawasan wilayah.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:54
06:32
01:03
01:19
02:05
05:39

Viral