- Istimewa
Ade Jona Soroti Pentingnya Akselerasi Pengusaha Muda di HIPMI
Jakarta, tvOnenews.com - Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Ade Jona Prasetyo, menyoroti pentingnya akselerasi dan kolaborasi dalam memperkuat peran pengusaha muda Indonesia di tengah tantangan ekonomi nasional.
Jona mengatakan perjalanan hidupnya dibentuk dari keterbatasan ekonomi dan pengalaman bekerja sejak usia muda. Ia mengaku telah membantu usaha keluarga di bidang barang rongsok dan besi tua sejak masih sekolah.
“Saya lahir di atas kayu yang lapuk, bukan di atas kasur yang empuk,” kata Jona dalam keterangannya.
Selain membantu usaha keluarga, ia juga mengaku pernah menjalani berbagai pekerjaan sampingan, mulai dari berjualan kartu seluler hingga beternak bebek untuk dijual telurnya. Menurutnya, pengalaman tersebut membentuk mental dan relasi yang kemudian menjadi bekal dalam membangun usaha.
“Apapun saya kerjakan sambil membangun relasi pelan-pelan,” ujarnya.
Memasuki usia 20-an, Jona mulai merintis sejumlah perusahaan. Ia menyebut proses jatuh bangun dalam menjalankan bisnis menjadi bagian dari pembelajaran sebagai pengusaha.
“Jatuh dan bangkit sudah menjadi bagian dari perjalanan saya dalam membesarkan usaha,” katanya.
Dalam organisasi HIPMI, Jona tercatat pernah menjadi pengurus BPD HIPMI Sumatera Utara periode 2014–2017 dan pengurus BPP HIPMI pada 2018–2019. Ia kemudian dipercaya menjabat Bendahara Umum BPD HIPMI Sumatera Utara pada 2020–2021 sebelum menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Sumatera Utara periode 2021–2024.
Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI sekaligus maju sebagai calon Ketua Umum BPP HIPMI.
Jona menilai HIPMI membutuhkan arah organisasi yang lebih terintegrasi untuk memperkuat kapasitas pengusaha muda di berbagai daerah. Menurut dia, pengusaha muda perlu didorong agar mampu naik kelas melalui kolaborasi yang lebih luas, termasuk akses pasar dan permodalan.
“Pengusaha HIPMI harus naik kelas. Kita butuh akselerasi dengan dampak nyata untuk masa depan pengusaha muda Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan organisasi yang mampu merangkul seluruh daerah dan memperkuat kerja sama lintas sektor guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“HIPMI butuh pemimpin yang merangkul semua daerah, menyatukan semua lini, agar dampaknya benar-benar terasa bagi ekonomi yang inklusif,” kata Jona.