news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Roda persiapan menyambut puncak ibadah haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) kian mendekati titik krusial..
Sumber :
  • tvOne/Rendra

Detik-Detik Krusial Puncak Haji: Akses Jalan Mulai Dikunci, Timwas DPR Warning Keras Potensi Macet Logistik

Roda persiapan menyambut puncak ibadah haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) kian mendekati titik krusial.
Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:12 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Roda persiapan menyambut puncak ibadah haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) kian mendekati titik krusial. Meski sejauh ini berjalan sesuai skenario (on the track), Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI mulai menyalakan alarm kewaspadaan tinggi terkait potensi hambatan logistik dan mobilitas jemaah.

​Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus Anggota Timwas Haji, Marwan Dasopang, menegaskan bahwa fase transisi menuju Armuzna ini menuntut akurasi mitigasi yang tanpa celah.

​"Secara makro, persiapan masih sesuai cetak biru perencanaan. Namun, titik kritis yang wajib kita kawal ketat berikutnya adalah pergerakan jemaah menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina," cetus Marwan usai memantau langsung kondisi jemaah di Pemondokan Sektor 6 Makkah, Jumat (23/5/2026).

​Skenario Darurat Pangan: Jalan Diportal, Makanan Siap Saji Jadi Penyelamat

​Salah satu fokus utama Timwas tertuju pada urusan dapur jemaah. Mulai Sabtu ini, urat nadi jalanan menuju titik pemondokan mulai disekat dan diportal oleh otoritas setempat. Konsekuensinya, distribusi makanan segar dari katering reguler dipastikan lumpuh total karena armada pengantar tidak lagi bisa melintas.

​Sebagai gantinya, pemenuhan gizi jemaah akan dialihkan ke menu siap saji (ready-to-eat). Marwan mengingatkan bahwa distribusi makanan pengganti ini berkejaran dengan waktu yang sangat ketat.

​Logistik Tepat Waktu

"Mulai Sabtu, katering reguler distop karena akses jalan dikunci. Makanan siap saji harus sudah mendarat di tangan jemaah hari ini. Jika distribusi hari ini meleset, besok jemaah terancam kelaparan," urai Politisi Fraksi PKB tersebut.
​Aksi Taktis Ketua Kloter: Marwan mendesak para ketua kloter tidak bersikap pasif atau sekadar berpangku tangan menunggu birokrasi bantuan. "Saya minta para ketua kloter bergerak taktis untuk belanja mandiri jika diperlukan. Jangan sampai ego menunggu hak membuat jemaah kita kelaparan."

Roda persiapan menyambut puncak ibadah haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) kian mendekati titik krusial.
Sumber :
  • tvOne/Rendra

​Mengurai Potensi Gridlock Transportasi Massal

​Selain urusan perut, ancaman kemacetan total (gridlock) akibat mobilisasi masif juga membayangi fase puncak haji. Dengan keterlibatan ratusan ribu bus secara serentak, potensi efek domino akibat keterlambatan jemputan dinilai sangat tinggi.

​Timwas DPR RI mendesak pemerintah untuk mematangkan skenario kontingensi (Plan B dan C) agar pergerakan ratusan ribu jemaah tidak stagnan di jalanan Makkah.

​Sengkarut Visa Nusuk Jemaah Aceh

​Secara umum, fase pemberangkatan gelombang pertama dan kedua dinilai berjalan mulus. Kendati demikian, Timwas tetap memberikan catatan merah pada kasus-kasus sporadis yang merugikan hak ibadah jemaah.

​Kasus paling fatal menimpa seorang jemaah asal Aceh yang terancam gagal melaksanakan umrah wajib menjelang keberangkatan ke Arafah. Hak ibadahnya terkatung-katung karena visa Nusuk yang tak kunjung terbit akibat persoalan teknis sepele. 

​Merespons blunder teknis tersebut, Marwan langsung mengambil langkah agresif dengan melakukan intervensi ke otoritas tertinggi Arab Saudi.

​"Saya langsung mengontak Kementerian Haji Arab Saudi Bidang Pelayanan. Masalah krusial ini harus clear hari ini juga. Tidak boleh ada jemaah yang hak ibadah hajinya terhambat oleh urusan administratif," pungkas Marwan dengan nada tegas.(chm)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:17
12:40
03:47
02:02
05:02
04:25

Viral