news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi foto 3..
Sumber :
  • Istimewa

Uskup Mandagi: Jangan Hilang Daya Kritis Saat Menonton Pesta Babi

Uskup Mandagi menilai masyarakat perlu tetap mengedepankan daya kritis saat menyaksikan film tersebut.
Senin, 25 Mei 2026 - 10:37 WIB
Editor :

tvOnenews.com - Uskup Agung Merauke, Petrus Canisius Mandagi, menyampaikan keberatannya terhadap narasi yang ditampilkan dalam film Pesta Babi. Menurutnya, film tersebut menghadirkan sudut pandang yang tidak utuh terkait sikap Keuskupan Agung Merauke terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan.

Dalam sebuah pernyataan video, Uskup Mandagi menilai masyarakat perlu tetap mengedepankan daya kritis saat menyaksikan film tersebut.

Ia mempertanyakan tujuan dan latar belakang produksi film karena pembuatnya dinilai tidak memiliki keterlibatan langsung dalam kehidupan masyarakat Papua dalam jangka panjang.

“Bagi saya film ‘Pesta Babi’ itu memang bersifat provokatif. Tetapi dalam menonton jangan hilang otak kita, daya kritis kita,” ujar Uskup Mandagi.

Ia juga membantah anggapan yang muncul dalam film bahwa Keuskupan Agung Merauke mendukung PSN atau memiliki keterlibatan dengan perusahaan-perusahaan yang dianggap merusak lingkungan di Papua Selatan.

Menurutnya, tudingan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang selama ini dijalankan oleh gereja.

“Betapa tidak benar apa yang dikatakan di dalam film itu. Mengatakan bahwa Keuskupan Agung Merauke menyetujui, menerima PSN. Keuskupan Agung Merauke, khususnya uskup menjual tanah,” katanya.

Uskup Mandagi mengaku menyayangkan pihak pembuat film tidak meminta klarifikasi secara langsung kepada dirinya maupun para pastor yang bertugas di wilayah tersebut sebelum menyusun narasi dalam film.

“Kenapa sutradara film ini tidak datang tanya kepada uskup? Tidak datang tanya kepada pastor-pastor yang ada di tempat itu,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Keuskupan Agung Merauke selama ini memiliki perhatian terhadap masyarakat dan lingkungan di Papua Selatan.

Karena itu, ia merasa sedih ketika perjuangan gereja dalam mendampingi masyarakat tidak tergambar secara utuh dalam film tersebut. Uskup Mandagi juga menilai narasumber yang dimunculkan dalam film cenderung berasal dari kelompok yang memiliki pandangan serupa dengan pembuat film.

Meski demikian, ia mengajak masyarakat untuk tetap melihat persoalan Papua secara objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum terverifikasi secara menyeluruh.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:40
04:08
05:05
01:41
02:14
15:39

Viral