- VKTR
Didorong Penguatan Bisnis Kendaraan Listrik Komersial, VKTR Raih Pertumbuhan Penjualan 58% YoY pada 1Q26
Pengurangan Emisi Karbon dan Dampak Operasional Berkelanjutan
Seiring dengan meningkatnya utilisasi armada kendaraan listrik Perseroan di berbagai wilayah operasional, VKTR terus mencatatkan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon di sektor transportasi publik nasional. Hingga akhir 1Q26, armada kendaraan listrik VKTR secara kumulatif telah menempuh lebih dari 17 juta kilometer operasional dengan estimasi pengurangan emisi mencapai sekitar 15 ribu ton CO₂ dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil konvensional.
Pencapaian tersebut mencerminkan semakin matangnya implementasi kendaraan listrik komersial di Indonesia, di mana kendaraan listrik telah digunakan secara aktif dalam kegiatan operasional harian dengan tingkat utilisasi yang terus meningkat. Rekam jejak operasional tersebut turut memperkuat kepercayaan berbagai pemangku kepentingan terhadap kesiapan ekosistem kendaraan listrik nasional serta potensi pengembangannya dalam mendukung transisi menuju sistem transportasi yang lebih rendah emisi dan berkelanjutan.
Outlook 2026: Memanfaatkan Momentum Transisi Energi
Memasuki kuartal kedua tahun 2026, VKTR melihat semakin meningkatnya kepercayaan dari berbagai calon pelanggan strategis terhadap penggunaan kendaraan listrik untuk mendukung operasional bisnis mereka secara lebih masif. Di sisi lain, dinamika geopolitik global dalam beberapa bulan terakhir yang turut memicu volatilitas harga minyak dunia juga semakin memperkuat daya tarik kendaraan listrik komersial. Kenaikan biaya energi berbasis bahan bakar fosil menjadikan total cost of owning and operating (TCOO) kendaraan listrik semakin kompetitif dan menarik bagi pelaku usaha, terutama untuk kebutuhan operasional armada dengan utilisasi tinggi.
Sebagai bagian dari perluasan implementasi kendaraan listrik komersial di berbagai sektor, pada awal kuartal kedua tahun 2026 VKTR juga telah menyelesaikan pengiriman unit kendaraan listrik transporter untuk mendukung kebutuhan armada transportasi antarkota oleh perusahaan logistik di Malang, Jawa Timur, serta unit transporter kepada unit bisnis ekosistem Kelompok Usaha Bakrie.
Selain itu, Perseroan saat ini juga tengah dalam proses penyelesaian beberapa proyek bersama sejumlah klien strategis sebagai bagian dari pipeline pengembangan bisnis kendaraan listrik komersial VKTR. “Kami percaya tantangan global saat ini justru mempertegas urgensi transisi menuju kendaraan listrik komersial. Dinamika geopolitik global yang memengaruhi volatilitas harga energi semakin menunjukkan keunggulan efisiensi kendaraan listrik dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil, terutama dari sisi biaya operasional jangka panjang. Kondisi ini mendorong semakin banyak pelaku usaha untuk mempertimbangkan solusi transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan fondasi bisnis yang telah kami bangun, mulai dari manufaktur, TKDN, ekosistem purna jual, hingga pengembangan pembiayaan pelanggan, VKTR optimistis dapat terus mencatatkan pertumbuhan yang sehat dan memperkuat posisi sebagai pemain utama kendaraan listrik komersial nasional”, tambah Ardi. Sejalan dengan strategi tersebut, VKTR optimistis dapat terus memperluas penetrasi pasar kendaraan listrik komersial nasional dan memperkuat posisi sebagai salah satu pemain utama dalam transformasi ekosistem transportasi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia.(chm)