- Istimewa
Hadapi Tantangan Industri Global, Perguruan Tinggi Meski Ubah Paradigma Perkuliahan
Jakarta, tvOnenews.com - Dunia kerja kini menuntut individu secara kompetitif dan dinamis di tengah tantangan industri global.
Tentunya, dunia pendidikan khususnya tingkat perguruan tinggi juga mengalami perubahan paradigma yang taknhnaya sekedar mengandalkan ijazah akademik bagi para lulusannya.
Perguruan tinggi juga dituntut menciptakan lulusannya memiliki kemampuan nyata melalui sertifikasi profesi uagar dapat bersaing di pasar kerja.
Hal ini dibutuhkan agar dapat menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dengan kemampuan kompetitif sekaligus menekan pengangguran terdidik.
Rektor Budi Luhur University, Agus Setyo Budi, mengungkapkan bahwa kesiapan menghadapi dunia kerja baik sektor pemerintahan maupun swasta harus dirancang sejak awal perkuliahan.
"Kita dari mulai semester awal itu sudah sosialisasi berdasarkan pada profesi apa setelah nanti lulus yang akan digeluti. Nah, itu artinya mereka memang sudah siap-siap untuk mengambil sertifikasi profesional melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)," kata Agus, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Agus memaparkan perubahan pola pikir mahasiswa baru menjadi faktor krusial dalam menghasilkan individu yang kompeten.
Menurutnya fokus utama perkuliahan harus digeser dari yang semula hanya mengejar kelulusan administratif menjadi penguasaan keahlian spesifik.
"Karena password-nya mulai dari mereka mahasiswa baru itu bukan lagi sekadar kuliah cari ijazah, tapi kuliah untuk menguasai, untuk bisa apa," katanya.
Ia menjelaskan mahasiswa diarahkan untuk mengikuti uji kompetensi yang relevan dengan target profesi mereka.
Agus mencontohkan mahasiswa di bidang ekonomi dan bisnis yang mengarah pada profesi pialang saham akan difasilitasi untuk mendapatkan sertifikasi langsung dari bursa efek melalui badan sertifikasi resmi.
“Jika fasilitas pengujian belum tersedia di internal kampus, sinergi dengan pihak ketiga atau lembaga otoritas industri terkait menjadi langkah taktis yang diambil. Integrasi antara kurikulum akademik berbasis minat (build your own curriculum) dan sertifikasi profesi ini diharapkan dapat mencetak lulusan muda yang tidak hanya menguasai teori di atas kertas, tetapi juga mengantongi bukti kompetensi riil yang diakui oleh dunia industri, baik di tingkat nasional maupun global,” pungkansya.(raa)