- Istimewa
Harapan Nelayan Pulau Ampel Banten Terkait Tata Kelola Bongkar Muat Batu Bara di Perairan Sekitar
Jakarta, tvOnenews.com - Kondisi ekosistem di perairan Pulau Ampel, Kabupaten Serang, Banten, kini tengah menjadi sorotan para nelayan setempat.
Aktivitas pemindahan muatan batu bara dari kapal besar (vessel) ke tongkang yang berlangsung setiap hari di area tersebut dituding menjadi penyebab menurunnya populasi ikan, sehingga nelayan harus menempuh jarak lebih jauh ke tengah laut demi menyambung hidup.
Salah satu nelayan, Nurjen, mengungkapkan bahwa pencemaran laut terjadi karena banyaknya material batu bara yang tumpah selama proses bongkar muat.
Hal ini berdampak buruk pada terumbu karang dan menimbulkan kebisingan yang mengusir ikan dari perairan dangkal di sekitar Pulau Kali.
Menurut Nurjen, operasional ini telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
"Kegiatan itu sudah lama, bahkan setiap hari, kapal yang bongkar tersebut berganti ganti," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hilangnya ikan di area dekat pantai memaksa nelayan menambah biaya dan tenaga untuk melaut ke area yang lebih dalam.
"Biar dapat ikan kita harus melaut jauh, kalau sekitar sini tidak ada ikan, akibat batubara jatuh ke laut dan kebisingan," tambah Nurjen.
Ia pun mempertanyakan mengapa proses pemindahan batu bara yang ditujukan untuk PLTU Jawa 7 tersebut harus dilakukan di perairan Pulau Kali, bukannya di lokasi yang lebih dekat dengan tempat tujuan akhir seperti perairan Salira.
Keresahan serupa disampaikan oleh Ahmad Sahruji, nelayan lainnya. Ia kini harus mencari ikan hingga ke perairan Pulau Panjang karena area Pulau Kali sudah terpapar limbah, baik dari ceceran batu bara maupun limbah industri lainnya.
"Kalau sekitar sini sudah tidak ada ikan, harus jauh ketengah agar bisa dapat ikan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari," keluh Ahmad.
Ahmad juga menyoroti kurangnya standar keamanan lingkungan dalam prosedur bongkar muat tersebut.
Ia melihat tidak adanya alat pelindung atau penutup yang memadai untuk mencegah batu bara jatuh ke laut saat dipindahkan.
"Kita nelayan rakyat kecil, harusnya di kasih plastik atau terpal dong, agar batubara itu berjatuhan kelaut saat pemindahan batu dari kapal besar ke kapal tongkang," pungkasnya.