- Istimewa
Dunia Usaha Rasakan Manfaat Diplomasi Ekonomi Presiden Prabowo di Tengah Ketidakpastian Global
tvOnenews.com - Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong menilai kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo Subianto perlu dilihat dari perspektif manfaat ekonomi yang dihasilkan bagi Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan perlambatan ekonomi global dan meningkatnya persaingan investasi antarnegara.
Anthony Leong mengapresiasi penjelasan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengenai berbagai capaian yang dihasilkan dari kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Menurut Anthony, di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, langkah aktif pemerintah dalam memperkuat hubungan internasional telah membuka peluang strategis bagi Indonesia, mulai dari peningkatan kerja sama ekonomi, perluasan akses pasar ekspor, hingga masuknya investasi yang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru.
"Dari perspektif dunia usaha, yang terpenting adalah manfaat yang dihasilkan bagi perekonomian nasional. Diplomasi ekonomi yang mampu mendorong investasi, membuka lapangan kerja, memperluas akses pasar, dan menghadirkan peluang usaha baru tentu menjadi kabar positif bagi dunia usaha dan masyarakat luas," ujar Anthony dalam keterangannya, Senin (8/6).
Menurut Anthony, data pemerintah menunjukkan bahwa realisasi investasi Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau melampaui target nasional sebesar Rp1.905,6 triliun. Capaian tersebut tumbuh 12,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan berhasil menyerap lebih dari 2,71 juta tenaga kerja.
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Ketika banyak negara menghadapi perlambatan ekonomi, Indonesia justru mampu mencatat realisasi investasi hampir Rp2.000 triliun. Ini menjadi sinyal positif bahwa Indonesia masih menjadi tujuan investasi yang menarik di kawasan," kata Anthony.
Anthony juga mengapresiasi pernyataan Seskab Teddy yang menyebut bahwa dalam sekitar satu setengah tahun terakhir Indonesia berhasil menarik investasi senilai Rp2.430 triliun melalui berbagai kerja sama dan diplomasi internasional yang dilakukan pemerintah. Selain itu, kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan disebut menghasilkan komitmen investasi baru senilai sekitar Rp575 triliun.
Menurut Anthony, angka tersebut bukan sekadar statistik, tetapi berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, memperkuat sektor industri nasional, dan menciptakan jutaan lapangan kerja.