- Istimewa
HIPMI Harus Jadi Pabrik Lahirnya Pengusaha Baru Indonesia
tvOnenews.com - Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong, menegaskan bahwa HIPMI harus kembali memperkuat perannya sebagai organisasi kaderisasi yang mampu melahirkan lebih banyak pengusaha baru di seluruh Indonesia.
Menurut Anthony, tantangan terbesar Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan lahirnya generasi baru wirausahawan yang mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan memperkuat daya saing nasional.
"HIPMI harus menjadi pabrik pengusaha baru Indonesia. Organisasi ini tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpulnya pengusaha yang sudah sukses, tetapi harus menjadi wadah yang melahirkan lebih banyak pengusaha sukses dari berbagai daerah dan berbagai latar belakang," ujar Anthony Leong dalam keterangannya.
Anthony menjelaskan bahwa sejumlah negara maju memiliki rasio kewirausahaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Padahal, semakin banyak jumlah pengusaha dalam suatu negara, semakin besar pula kemampuan negara tersebut dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Di sisi lain, Indonesia akan menghadapi puncak bonus demografi dalam dua dekade mendatang. Pada periode tersebut, jumlah penduduk usia produktif akan mendominasi struktur penduduk nasional. Menurut Anthony, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk melahirkan lebih banyak pelaku usaha baru agar bonus demografi benar-benar menjadi kekuatan ekonomi nasional.
"Bonus demografi tidak boleh hanya menghasilkan pencari kerja. Kita harus menciptakan lebih banyak pencipta lapangan kerja. Di sinilah peran HIPMI menjadi sangat penting. Jangan sampai kalangan intelektual hanya menjadi ASN mindsetnya" katanya.
Anthony menilai HIPMI memiliki modal besar untuk menjalankan misi tersebut. Sebagai organisasi pengusaha terbesar di Indonesia, HIPMI memiliki jaringan hingga tingkat daerah yang dapat menjadi ekosistem pembinaan, pendampingan, dan akselerasi bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia usaha.
Karena itu, ia mendorong agar HIPMI ke depan semakin aktif menghadirkan program-program yang berorientasi pada penciptaan pengusaha baru, mulai dari pelatihan kewirausahaan, mentoring bisnis, akses pembiayaan, perluasan jaringan pasar, hingga pemanfaatan teknologi digital.
"Masih banyak anak-anak muda yang memiliki ide dan semangat berusaha, tetapi terkendala akses permodalan, pendampingan, dan jaringan bisnis. HIPMI harus hadir menjadi solusi dan jembatan bagi mereka untuk berkembang," ujarnya.
Anthony juga menekankan bahwa lahirnya pengusaha baru harus menjadi gerakan nasional yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat dan inklusif.
Lebih jauh, Anthony menegaskan bahwa semangat mencetak pengusaha baru juga sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak perusahaan nasional yang tumbuh, lebih banyak inovasi yang lahir dari anak bangsa, serta lebih banyak lapangan kerja yang tercipta dari sektor produktif.
"Kalau kita ingin menjadi negara maju, maka jumlah pengusaha harus terus bertambah. Negara yang kuat adalah negara yang memiliki banyak pelaku usaha yang produktif, inovatif, dan mampu bersaing secara global," katanya.
Selain aspek ekonomi, Anthony menegaskan bahwa proses kaderisasi pengusaha juga harus dibangun di atas fondasi moral yang kuat. Ia meyakini keberhasilan seorang pengusaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bisnis, tetapi juga oleh integritas, etika, dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Sebagaimana yang saya sampaikan dalam berbagai kesempatan, fundamental ekonomi yang kuat harus ditopang oleh fondasi moral yang kuat. Karena itu, HIPMI harus melahirkan pengusaha yang tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian terhadap bangsa," tegas Anthony.
Ia optimistis dengan kekuatan jaringan dan semangat kolaborasi yang dimiliki HIPMI, organisasi tersebut dapat menjadi motor utama lahirnya generasi pengusaha baru yang akan membawa Indonesia menuju kemajuan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
"HIPMI harus menjadi rumah besar bagi lahirnya para pencipta lapangan kerja, inovator, dan pemimpin ekonomi masa depan Indonesia. Inilah kontribusi nyata yang dapat kita berikan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkasnya.(chm)