news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa..
Sumber :
  • Istimewa

Pengamat Ekonomi Sebut Sentimen Positif dari Istana Dorong Penguatan IHSG dan Rupiah di Akhir Pekan

Penutupan perdagangan pekan ini, Jumat (12/6), menjadi momen positif bagi pasar keuangan dalam negeri. 
Jumat, 12 Juni 2026 - 23:21 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Penutupan perdagangan pekan ini, Jumat (12/6), menjadi momen positif bagi pasar keuangan dalam negeri. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melonjak tajam, sementara nilai tukar rupiah terus menunjukkan tren penguatan terhadap dolar AS.

IHSG mengakhiri sesi dengan kenaikan signifikan sebesar 2,07 persen ke level 6.007,65. 

Aktivitas pasar terlihat sangat agresif dengan nilai transaksi mencapai Rp21,60 triliun, di mana sebanyak 615 saham mencatatkan kenaikan, berbanding terbalik dengan 108 saham yang melemah dan 93 saham stagnan.

Kondisi serupa terjadi pada mata uang Garuda yang kian menjauhi zona merah di level 18.000. Rupiah ditutup pada angka Rp17.860 per dolar AS, menguat 128 poin atau sekitar 0,71 persen dibandingkan posisi awal perdagangan.

Melesatnya performa pasar modal dan nilai tukar ini ditengarai akibat kepastian posisi Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan. 

Komitmen istana untuk mempertahankan posisi Menkeu memberikan sinyal stabilitas kebijakan yang sangat dinantikan para pelaku pasar.

Pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, menilai langkah tersebut efektif meredam keraguan investor. 

"Stabilitas di level kementerian memberi sinyal positif bagi investor karena mengurangi ketidakpastian kebijakan jangka pendek," ujar Esther.

Menurutnya, ketegasan mengenai status Menkeu memberikan landasan hukum dan arah fiskal yang lebih terukur, sehingga arus modal kembali mengalir deras ke Indonesia. Namun, Esther memberikan catatan penting bahwa tren positif ini memerlukan fondasi kuat agar dapat bertahan dalam jangka panjang.

Ia memaparkan tujuh poin krusial yang menjadi barometer investor global dalam menanamkan modalnya. 

"Pertama, kepastian hukum untuk berbisnis di Indonesia," tutur Esther. 

Selain itu, ia menyebutkan pentingnya prospek pasar ekonomi yang cerah serta ketersediaan bahan baku.

"Keempat, ekosistem yang mendukung. Kelima, integrasi rantai pasok global. Keenam, ketersediaan infrastruktur energi, listrik, air dan lainnya yang baik. Ketujuh, harmonisasi peraturan antar instansi baik pusat maupun daerah," jelasnya lebih lanjut.

Esther menyimpulkan bahwa jika pemerintah mampu memenuhi ketujuh indikator tersebut, maka stabilitas nilai tukar rupiah dan gairah pasar modal akan terus terjaga seiring dengan kemudahan masuknya modal asing ke tanah air. (dpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:56
01:32
01:41
01:29
06:21
01:48

Viral