- Istimewa
Program Blue Impact di Lampung Selatan Gabungkan Konservasi dan Pemberdayaan Warga
Jakarta, tvOnenews.com - Tujuh badan usaha milik negara (BUMN) menggelar program bertajuk Blue Impact di Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan. Program tersebut menggabungkan kegiatan konservasi lingkungan, edukasi keuangan, dan layanan kesehatan bagi masyarakat pesisir.
Blue Impact merupakan kolaborasi PERURI, PNM, Adhi Karya, Brantas Abipraya, Nindya Karya, Waskita, dan WIKA dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan pesisir.
Kegiatan tersebut mencakup konservasi terumbu karang sebagai upaya menjaga ekosistem laut, literasi keuangan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga sekitar.
Head of Corporate Secretary PERURI Adi Sunardi mengatakan kolaborasi antar-BUMN diperlukan agar program sosial dan lingkungan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Melalui program Blue Impact, kami ingin mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui berbagai kegiatan yang saling terintegrasi," kata Adi dalam keterangannya.
Pantai Minang Rua dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Lampung Selatan yang memiliki potensi ekonomi sekaligus nilai ekologis yang penting bagi masyarakat setempat.
Dalam kegiatan konservasi, peserta melakukan penanaman dan pemulihan terumbu karang yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem laut serta mendukung keberlanjutan sektor pariwisata bahari dan perikanan.
Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha. Program ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha lokal memanfaatkan potensi ekonomi di sektor pariwisata dan perikanan secara lebih optimal.
Sementara melalui layanan kesehatan gratis, warga memperoleh pemeriksaan kesehatan dasar sekaligus edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Program Blue Impact turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sebagai bagian dari upaya pengembangan kawasan pesisir yang berkelanjutan dan penguatan potensi desa wisata di wilayah tersebut.