- istimewa
Dari Padi Biosalin ke Minapadi Salin, PGN dan BRIN Dorong Nilai Ekonomi Lahan Pesisir Batang
Panen perdana ditargetkan dapat dilakukan dalam waktu kurang lebih tiga bulan sejak penanaman, dengan potensi produktivitas mencapai hingga 5 kilogram hasil panen untuk setiap 1 kilogram bibit yang ditebar.
Setelah panen awal, budidaya rumput laut direncanakan dapat dilanjutkan dengan pola panen berkelanjutan secara bertahap setiap 3–4 minggu, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendukung pendapatan masyarakat secara berkesinambungan.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengatakan program ini menjadi langkah strategis dalam memanfaatkan lahan salin yang selama ini kurang produktif menjadi kawasan pertanian dan perikanan bernilai ekonomi.
“Kami mengapresiasi kolaborasi antara PGN, BRIN, dan berbagai pihak dalam menghadirkan Program Minapadi Salin di Kabupaten Batang. Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan lahan salin yang lebih produktif,” ujar Faiz.
Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN RI Dr. Yopi mengatakan, bahwa Program Minapadi Salin menunjukkan bahwa hasil riset dapat diimplementasikan secara nyata untuk menjawab tantangan di lapangan, khususnya pada lahan pesisir dengan tingkat salinitas tinggi.
Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya memulihkan produktivitas lahan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi kawasan.
“BRIN tidak ingin hasil riset hanya berhenti di laboratorium, tetapi harus hadir di tengah masyarakat dan menjadi solusi nyata bagi persoalan daerah,” kata Yopi.
Sementara itu Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyatakan bahwa sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN tidak hanya berfokus pada penyediaan energi, tetapi juga berkomitmen menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Dengan budidaya padi biosalin di lahan terdampak salinitas di wilayah pesisir yang dipadukan dengan pemeliharaan ikan nila salin dalam satu hamparan lahan, serta diperkuat dengan budidaya rumput laut diharapkan dapat menjadi komoditas alternatif bernilai ekonomi.
“Program Minapadi Salin merupakan wujud nyata komitmen tersebut, dengan mengintegrasikan inovasi pertanian dan perikanan, termasuk pengembangan komoditas rumput laut, untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Fajriyah.
Dengan dukungan teknologi pertanian berbasis riset yang dikembangkan BRIN, program ini menargetkan produktivitas padi mencapai 6-7 ton per hektare.