news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Perempuan pengusaha ultra mikro, Iin, menjadi salah satu yang mendapatkan manfaat ekonomi dari gelaran kompetisi olahraga..
Sumber :
  • Antara

Apa Makna Di Balik Kompetisi Olahraga Bagi Para Penggerak Ekonomi Rakyat? Ini Dia

Upaya banyak negara untuk berlomba menjadi tuan rumah pertandingan olahraga sepertinya tidak melulu mengejar gengsi, tapi justru efek ganda dari sisi ekonomi yang dicari. Contoh kecilnya saja, ketika sebuah pertandingan olahraga final b
Jumat, 19 Juni 2026 - 12:38 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Upaya banyak negara untuk berlomba menjadi tuan rumah pertandingan olahraga sepertinya tidak melulu mengejar gengsi, tapi justru efek ganda dari sisi ekonomi yang dicari.

Contoh kecilnya saja, ketika sebuah pertandingan olahraga final berlangsung, perhatian tidak melulu tertuju pada skor, strategi, dan siapa yang akhirnya mengangkat trofi. Seiring dengan itu sering kali ada kisah lain yang berjalan di pinggir arena, tidak masuk dalam statistik pertandingan, tetapi justru menyentuh sisi paling mendasar dari kehidupan manusia.

Kisah tentang orang-orang yang bekerja diam-diam demi keluarganya atau harapan yang tidak lahir dari kemenangan sebuah tim, melainkan dari dagangan yang habis terjual. Kisah tentang perjuangan yang tidak berlangsung selama dua babak pertandingan, tetapi bertahun-tahun lamanya.

Ada satu momen, misalnya, Final Pro Futsal League (PFL) 2026 di GOR Universitas Negeri Yogyakarta menjadi gambaran utuh tentang betapa sebuah pertandingan mampu menggerakkan denyut ekonomi suatu wilayah. Di tengah sekitar 5.400 penonton yang memenuhi arena dan menikmati pertandingan, ada para pengusaha ultra mikro yang ikut merasakan manfaat dari keramaian tersebut.

Mereka tidak mengenakan seragam tim, tidak berdiri di tengah lapangan, dan tidak menjadi pusat perhatian. Namun, keberadaan mereka menyimpan makna yang tidak kalah penting.

Iin Sutiyani, pedagang makanan kecil di Yogyakarta, telah selama 18 tahun, menjalani hari-harinya dengan membuat dan menjual pempek, makanan khas Palembang yang diwariskan dari resep keluarga.

Apa yang dijalankannya mungkin terlihat sederhana. Tidak ada papan nama besar, tidak ada jaringan cabang, dan tidak ada promosi yang ramai di media sosial. Yang ada hanyalah ketekunan yang diulang setiap hari selama hampir dua dekade.

Bagi sebagian orang, pempek mungkin sekadar makanan. Namun, bagi Iin, pempek adalah alasan dapur tetap mengepul. Pempek adalah biaya sekolah anak. Pempek adalah kebutuhan sehari-hari keluarga. Pempek juga menjadi penopang, ketika kehidupan sedang menguji ketahanan mereka.

Ketika kondisi kesehatan suaminya memburuk akibat sakit, usaha kecil itulah yang menjadi sandaran utama keluarga. Tidak semua orang mampu memahami beratnya posisi tersebut.

Berita Terkait

1
2 3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:58
05:02
16:09
01:12
01:57
03:26

Viral