- Istimewa
Lembaga Riset Baru Ini Hadir Jadi Mitra Kritis Pengawal Ekonomi Rakyat
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah wadah pemikir baru bernama InFast Bestari resmi diperkenalkan sebagai lembaga riset independen yang fokus pada kebijakan publik, politik, dan ekonomi.
Diluncurkan pada Jumat (19/6), lembaga ini beranggotakan gabungan akademisi, teknokrat, hingga aktivis yang bertujuan memastikan kebijakan pemerintah benar-benar pro-rakyat.
Direktur Eksekutif InFast Bestari, Gede Sandra, menekankan bahwa lembaga ini memposisikan diri secara objektif di antara pemerintah dan oposisi.
"Kami hadir bukan untuk menjadi alat kekuasaan, juga bukan oposisi yang sekadar mengkritik. InFast Bestari ingin menjadi mitra kritis yang menyajikan analisis berbasis bukti untuk membantu proses perumusan kebijakan publik yang benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat banyak," tegasnya.
Sebagai langkah perdana, InFast Bestari membedah fenomena state capitalism atau kapitalisme negara yang diprediksi menguat di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Menurut Gede, pergeseran ini justru bisa menjadi magnet bagi penanam modal global karena menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang pesat.
"Pertumbuhan yang tinggi itu harusnya sangat menarik untuk pasar. Karena pasar itu prinsipnya mencari untung, dan ketika perekonomian sebuah negara itu tumbuh dengan tinggi, itu artinya pasar atau investor yang masuk itu akan bisa mendapatkan untung yang juga besar," jelas Gede.
Namun, ia memberi catatan penting bahwa keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada reformasi birokrasi dan transparansi.
Salah satu pilar utamanya adalah: "Yang keempat, yang paling penting, bagaimana tata kelola kita bisa melibatkan partisipasi publik yang seluas-luasnya."
Di sisi lain, Direktur Kebijakan Publik InFast Bestari, Muhammad Ridha, menilai ketergantungan pada pasar bebas sudah saatnya ditinggalkan karena kondisi global yang tidak stabil.
Ia berpendapat bahwa menyerahkan ekonomi sepenuhnya pada pasar justru memperburuk keadaan.
"Jadi saya, kami melihat bahwasanya, eh, agenda ekonomi yang selama ini berlaku sebelumnya tentang menyerahkan ekonomi ke mekanisme pasar itu justru menjadi, eh, masalah, gitu. Karena kita menyerahkan sesuatu ke satu mekanisme yang tidak pasti di tengah ketidakpastian ekonomi secara keseluruhan ini, gitu," pungkas Ridha.
Ke depan, InFast Bestari berkomitmen terus menggelar kajian strategis mulai dari isu sumber daya alam hingga reformasi birokrasi demi mendorong Indonesia yang lebih adil dan beradab. (dpi)