- Istimewa
Bangun Gereja Tangguh Bencana, GPIB Pasar Minggu, BNPB dan UI Kolaborasi Gelar Simulasi Evakuasi Bencana
Pelaksanaan simulasi pada 28 Juni 2026 merupakan puncak dari rangkaian pembekalan yang telah dimulai sejak pertengahan Juni. Pada 16 Juni 2026, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar kebencanaan, karakteristik ancaman gempa bumi di Indonesia, prinsip mitigasi, serta pentingnya perencanaan bangunan dan jalur evakuasi yang aman. Pembahasan juga mencakup pembentukan Floor Captain, penyusunan Emergency Evacuation Operation Plan (EEOP), serta pengembangan konsep Gereja Tangguh Bencana sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan komunitas.
Seminggu kemudian, pada 23 Juni 2026, fokus kegiatan beralih pada penyempurnaan prosedur melalui simulasi dan evaluasi. Berbagai masukan diberikan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi saat keadaan darurat. Para petugas ibadah berlatih pembagian tugas di setiap pintu evakuasi, mekanisme pengecekan kondisi setelah gempa, hingga pengaturan arus jemaat menuju titik kumpul. Evaluasi tersebut menjadi bekal penting sebelum simulasi melibatkan seluruh jemaat pada akhir Juni.
Dalam proses pembekalan, GPIB Pasar Minggu menghadirkan Tasril Mulyadi, praktisi kesiapsiagaan bencana dari BNPB, yang mengulas karakteristik ancaman gempa bumi di Indonesia, prinsip-prinsip mitigasi, serta memandu latihan simulasi evakuasi agar peserta memahami langkah penyelamatan diri secara tepat. Pembelajaran tersebut kemudian dilengkapi oleh Karl Simatupang dari Unit Penanggulangan Bencana Sinode GPIB yang menunjukkan bagaimana konsep pengurangan risiko bencana dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan bergereja, mulai dari penguatan peran petugas ibadah hingga penyelenggaraan evakuasi yang terkoordinasi.
Kolaborasi kedua praktisi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun konsep Gereja Tangguh Bencana di GPIB Pasar Minggu. Rangkaian kegiatan ini sekaligus merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) melalui pengajarnya Irene Sondang Fitrinitia, PhD yang berjudul Peningkatan Kesiapan Masyarakat Gereja Perkotaan Dalam Menghadapi Resiko Bencana Perkotaan Ini merupakan upaya memperkuat kapasitas masyarakat perkotaan dalam menghadapi risiko bencana melalui pendidikan, pendampingan, dan praktik langsung di lingkungan rumah ibadah.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, gereja, dan para pegiat kebencanaan, simulasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Latihan yang dilakukan secara berkala menjadi investasi pengetahuan yang dapat menyelamatkan banyak nyawa ketika bencana benar-benar terjadi.