- Istimewa
Munas Perdana Srikandi Jaga Desa Rumuskan Arah Pemberdayaan Perempuan di Desa
Jakarta, tvOnenews.com - Organisasi Srikandi Jaga Desa menggelar Musyawarah Nasional (Munas) perdana di Jakarta, Kamis (2/7/2026), sebagai langkah awal menyusun arah kebijakan organisasi sebelum pelantikan pengurus tingkat pusat hingga daerah. Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi bagi calon pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang dijadwalkan resmi dilantik sehari berikutnya.
Srikandi Jaga Desa merupakan organisasi sayap resmi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) yang dibentuk untuk memperluas keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa. Organisasi ini menitikberatkan penguatan peran perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga, mengembangkan ekonomi masyarakat, serta mengawal pembangunan desa yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, organisasi tersebut mendorong perempuan agar lebih aktif menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda sekaligus menjaga kelestarian ruang hidup dan aset komunal desa dari berbagai tantangan.
Penguatan kapasitas perempuan dinilai sejalan dengan kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sekitar 64,5 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia merupakan perempuan atau mencapai sekitar 37 juta orang. Sementara itu, sektor UMKM memberikan kontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Data tersebut menjadi dasar pentingnya pemberdayaan perempuan, khususnya di wilayah pedesaan, melalui pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan sosial di tingkat desa.
Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, Ella Nurlaela Tubagoes, mengatakan organisasinya dibentuk sebagai wadah yang mampu menghimpun partisipasi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan desa.
"Pembentukan Srikandi Jaga Desa merupakan langkah strategis untuk memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan desa secara masif. Perempuan memiliki peran yang sangat besar mulai dari ranah keluarga, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat, sehingga membutuhkan wadah yang terorganisasi. Srikandi Jaga Desa akan menjadi mitra pemerintah desa, BPD, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan yang transparan, mendorong pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan, peningkatan kualitas SDM, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ekonomi keluarga," ujar Ella.
Munas perdana tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh nasional yang memberikan arahan kepada peserta mengenai arah gerak organisasi ke depan.
Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS, Prof. Dr. Reda Manthovani, menilai keterlibatan perempuan memiliki peran penting dalam memperkuat fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.
"Kehadiran Srikandi Jaga Desa bukan sekadar pelengkap organisasi, melainkan pilar pengawasan yang rasional dan humanis di tingkat akar rumput. Ketika kaum perempuan dilibatkan secara aktif untuk mengawal arah kebijakan desa, maka potensi penyimpangan dapat ditekan dan perlindungan terhadap ruang hidup masyarakat menjadi jauh lebih terukur," kata Reda.
Sementara itu, Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Ir. H. Indra Utama, M.PWK., menegaskan bahwa pembangunan desa tidak dapat dipisahkan dari kontribusi perempuan sebagai bagian dari penguatan struktur sosial masyarakat.
"Membangun desa yang mandiri dan kuat tidak bisa dilakukan secara parsial, apalagi meninggalkan peran perempuan. Srikandi hadir sebagai sayap strategis ABPEDNAS untuk menyentuh fondasi sosial yang paling vital. Sinergi antara BPD dan inisiatif kaum perempuan inilah yang akan menciptakan ekosistem desa yang berdaya tahan tinggi menghadapi berbagai tantangan zaman," ujar Indra.
Pada kesempatan terpisah, Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Sherly Tjoanda Laos, dijadwalkan menghadiri prosesi pelantikan pengurus yang berlangsung di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026). Meski belum hadir dalam Munas, Sherly menyampaikan pesan kepada seluruh calon pengurus agar menjadikan keluarga sebagai titik awal pemberdayaan masyarakat.
"Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga. Oleh karena itu, Srikandi Jaga Desa harus berani mengambil panggung kepemimpinan; menggerakkan roda ekonomi melalui UMKM, sekaligus menjadi tameng pelindung bagi anak-anak kita. Perempuan yang berdaya secara ekonomi otomatis akan memiliki suara yang lebih lantang dalam menentukan masa depan desanya," tutur Sherly dalam pesannya.
Melalui Munas perdana tersebut, Srikandi Jaga Desa merumuskan sejumlah agenda strategis sebagai pedoman organisasi setelah pelantikan. Organisasi itu mengusung semangat memperkuat pemberdayaan perempuan demi mewujudkan desa yang tangguh dan berdaya saing, sejalan dengan slogan, **"Perempuan Berdaya, Desa Berjaya, Indonesia Maju."