- (ANTARA/Pexels/Nataliya Vaitkevich)
BPOM Umumkan Obat Baru untuk Atasi Diabetes dan Mengelola Berat Badan
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan kehadiran produk dengan zat aktif tirzepatide di Indonesia diharapkan dapat menambah pilihan terapi bagi pasien diabetes melitus tipe 2 dan pengelolaan berat badan.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar mengatakan diabetes dan obesitas masih menjadi tantangan kesehatan global karena jumlah kasusnya terus meningkat, termasuk di Indonesia.
“BPOM akan terus melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan ketersediaan obat-obatan baru yang inovatif di Indonesia,” kata Taruna di Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas 2025, sekitar 11,1 persen populasi dewasa dunia hidup dengan diabetes. Bahkan, 4 dari 10 penderita disebut tidak menyadari dirinya mengidap penyakit tersebut.
Sementara itu, angka obesitas di Indonesia juga mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Mengacu pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi obesitas pada penduduk dewasa usia 18 tahun ke atas meningkat dari 21,8 persen pada 2018 menjadi 23,4 persen pada 2023.
Taruna menilai kondisi tersebut meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis sekaligus berdampak pada sistem kesehatan dan produktivitas masyarakat.
“Kondisi tersebut menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam penanganan penyakit metabolik, mulai dari pencegahan, deteksi dini, perubahan gaya hidup, hingga ketersediaan terapi yang efektif dan berbasis bukti ilmiah,” ujarnya.
Dia menjelaskan tirzepatide bekerja menyerupai hormon alami tubuh, yakni glucose-dependent insulinotropic polypeptide (GIP) dan glucagon-like peptide-1 (GLP-1). Kedua hormon itu berperan dalam membantu mengatur kadar gula darah.
Menurutnya, zat aktif tersebut dapat meningkatkan sekresi insulin, menekan hormon glukagon, serta membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Selain itu, tirzepatide juga memperlambat pengosongan lambung sehingga dimanfaatkan dalam pengelolaan berat badan.
BPOM memastikan setiap obat yang beredar di Indonesia, termasuk tirzepatide, telah melalui evaluasi ketat untuk memastikan keamanan, khasiat, dan mutu produk.
“Setelah memperoleh izin edar, keamanan obat terus dipantau melalui farmakovigilans sebagai bagian dari pengawasan pascapemasaran,” kata Taruna.
Selain tirzepatide, BPOM sebelumnya juga telah menerbitkan izin edar untuk obat dengan indikasi serupa seperti semaglutide dan liraglutide. (Ant/cmi)