- Istimewa
Gelar Munas Perdana, Srikandi Jaga Desa Dorong Perempuan Desa untuk Siap Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Sosial
Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga harus dibarengi dengan perluasan akses terhadap jejaring usaha, pendampingan, dan penguatan kapasitas kewirausahaan agar potensi ekonomi desa mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Langkah awal penguatan ini turut dikawal langsung oleh jajaran tokoh strategis nasional yang hadir memberikan pengarahan taktis kepada seluruh peserta sidang pranatacara tersebut. Dalam arahannya, Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani menegaskan pentingnya peran pengawasan dari kaum perempuan.
"Kehadiran Srikandi Jaga Desa bukan sekadar pelengkap organisasi, melainkan pilar pengawasan yang rasional dan humanis di tingkat akar rumput. Ketika kaum perempuan dilibatkan secara aktif untuk mengawal arah kebijakan desa, maka potensi penyimpangan dapat ditekan dan perlindungan terhadap ruang hidup masyarakat menjadi jauh lebih terukur," tegas Prof. Reda.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DPP ABPEDNAS Ir. H. Indra Utama, M.PWK., menyoroti pentingnya integrasi gerakan perempuan dalam tubuh organisasi.
"Membangun desa yang mandiri dan kuat tidak bisa dilakukan secara parsial, apalagi meninggalkan peran perempuan. Srikandi hadir sebagai sayap strategis ABPEDNAS untuk menyentuh fondasi sosial yang paling vital. Sinergi antara BPD dan inisiatif kaum perempuan inilah yang akan menciptakan ekosistem desa yang berdaya tahan tinggi menghadapi berbagai tantangan zaman," ujar Indra.
Di sisi lain, meskipun Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Sherly Tjoanda Laos, baru dijadwalkan hadir dan menyapa langsung para pengurus pada prosesi pelantikan akbar di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026), pesan perjuangannya turut menjadi pendorong semangat dalam Munas tersebut.
Melalui pesan yang dititipkan untuk jajaran pengurus, ia mengingatkan kembali marwah gerakan ini yang berpusat pada kekuatan keluarga.
"Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga. Oleh karena itu, Srikandi Jaga Desa harus berani mengambil panggung kepemimpinan; menggerakkan roda ekonomi melalui UMKM, sekaligus menjadi tameng pelindung bagi anak-anak kita. Perempuan yang berdaya secara ekonomi otomatis akan memiliki suara yang lebih lantang dalam menentukan masa depan desanya," ungkap Sherly dalam pesannya. (rpi)