- Gambar ilustrasi AI
Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Diciduk, Polda Metro Jaya Pastikan Tak Ada Bom di Sekolah
Kapolsek Jagakarsa memastikan proses penyisiran berlangsung selama kurang lebih empat jam.
"Dari beberapa jam ya, dari Gegana, Densus 88, BNPT, kemudian dari anjing pelacak yang kita undang dari kejadian pertama dapat info ya. Nah itu setelah selesai dinyatakan aman," katanya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan bahan peledak ataupun benda yang mencurigakan.
Sebelumnya, Nurma juga sempat menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal oleh Gegana dan Densus 88 tidak menemukan adanya bom.
"Ini sudah dicek Gegana dan Densus 88. Nihil tapi masih disisir, lagi disisir," ujarnya.
Meski situasi telah dinyatakan aman, kegiatan hari pertama MPLS akhirnya dibubarkan sebagai langkah pencegahan.
Sementara itu, keputusan mengenai aktivitas belajar mengajar pada hari berikutnya masih menunggu hasil koordinasi antara pihak sekolah, Suku Dinas Pendidikan, dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan.
"Untuk sementara ini dari Kasudin, kemudian dari pendidikan, dari wali kota masih koordinasi untuk besok, apakah setelah dinyatakan aman bisa masuk sekolah untuk adik-adik," kata Nurma.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa tiga saksi, termasuk guru kelas satu dan staf tata usaha yang menerima pesan ancaman.
Selain itu, penyidik juga mengumpulkan barang bukti melalui rekaman CCTV di sekitar sekolah.
"Selain CCTV, kami juga mencari barang bukti dari Gegana, Densus 88, anjing pelacak, dan BNPT yang hadir melakukan pemeriksaan," ucapnya.
Pelaku Ditangkap, Polisi Dalami Motif dan Ancaman Hukumnya
Di tengah proses penyelidikan, Polda Metro Jaya berhasil mengamankan seorang pria berinisial **MY** yang diduga sebagai pengirim pesan ancaman bom.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan pelaku diamankan di sekitar lokasi sekolah.
"Kegiatan teror yang terjadi untuk pelaku satu orang inisial MY alamat di sekitar lokasi kejadian sekolah sudah diamankan," kata Budi Hermanto.
Meski demikian, polisi masih mendalami motif di balik aksi tersebut.
"Masih dalam pendalaman penyidik terkait tujuan dan motif dari yang bersangkutan," ujarnya.
Sebelumnya, Kapolsek Jagakarsa juga menyebut identitas pelaku telah dikantongi sebelum akhirnya dilakukan penangkapan.
"Dari identitasnya kita sudah kantongi, ya. Jadi kita sudah mencari kemudian semuanya sudah pasti kita tindak lanjuti untuk pelaku, tentunya yang diduga pelaku untuk meneror sendiri itu," ujar Nurma.