- Magnific/pressfoto
Ekonomi Tarakan Tumbuh 5,02 Persen, Peluang Investasi Kian Terbuka
Tarakan, tvOnenews.com - Perekonomian Kota Tarakan, Kalimantan Utara, tumbuh 5,02 persen sepanjang 2025, didorong oleh peningkatan aktivitas sektor jasa dan konsumsi rumah tangga. Pertumbuhan tersebut dinilai memperkuat prospek Kalimantan Utara sebagai salah satu kawasan yang tengah berkembang seiring pembangunan industri dan infrastruktur.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dari sisi lapangan usaha, sektor tersier menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 7,38 persen.
Nilai PDRB Kota Tarakan atas dasar harga konstan pada 2025 tercatat sebesar Rp28,47 triliun, sementara PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp59,83 triliun.
Dari sisi lapangan usaha, sektor tersier menjadi motor pertumbuhan dengan kenaikan 7,38 persen. Sementara sektor sekunder tumbuh 2,79 persen, sedangkan sektor primer hanya meningkat 0,11 persen.
Di sisi pengeluaran, konsumsi akhir rumah tangga menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 5,81 persen, mencerminkan masih kuatnya aktivitas konsumsi masyarakat. Sebaliknya, konsumsi akhir pemerintah mengalami kontraksi 4,24 persen, sementara Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tercatat turun 1,56 persen.
BPS juga mencatat Kota Tarakan masih menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian Kalimantan Utara dengan pangsa 37,68 persen. Meski demikian, laju pertumbuhan ekonomi Tarakan sebesar 5,02 persen masih berada di bawah Kabupaten Bulungan yang tumbuh 5,40 persen.
Di tingkat provinsi, ekonomi Kalimantan Utara tumbuh 4,56 persen pada 2025. Selain Bulungan, Kabupaten Nunukan mencatat pertumbuhan 3,98 persen, Kabupaten Tana Tidung 3,73 persen, dan Kabupaten Malinau 3,56 persen.
Tren pertumbuhan ekonomi Tarakan juga menunjukkan pemulihan yang berlanjut setelah sempat terkontraksi 0,75 persen pada 2020. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi berturut-turut tercatat 3,95 persen pada 2021, 5,59 persen pada 2022, 5,90 persen pada 2023, 5,71 persen pada 2024, dan 5,02 persen pada 2025.
Selain ditopang konsumsi domestik, Kalimantan Utara juga terus mengembangkan sejumlah proyek strategis, mulai dari hilirisasi industri, perdagangan, logistik, hingga pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI). Perkembangan tersebut diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan pembiayaan, perlindungan aset, serta pengelolaan risiko bagi pelaku usaha.
Direktur Bisnis PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Budhi Novianto mengatakan Kota Tarakan memiliki posisi strategis sebagai gerbang ekonomi Kalimantan Utara sehingga membutuhkan ekosistem usaha yang mampu mendukung ekspansi dunia usaha.