- Istimewa.
Sedih! Istri Temon Ungkap Kebiasaan Anak yang Bikin Hati Hancur: Masih Panggil Papanya Setiap Hari
Jakarta, tvOnenews.com - Kepergian komedian senior Simson Rarameha Ngadang alias Temon masih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Meski telah sepekan berpulang, suasana kehilangan masih begitu terasa, terutama bagi anak bungsunya, Remino, yang hingga kini belum sepenuhnya memahami bahwa sang ayah telah meninggal dunia.
Momen mengharukan itu diungkapkan langsung oleh istri Temon, Mae, usai acara Ibadah Syukur tujuh hari kepergian sang komedian di kediaman keluarga di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Mae, Remino masih menjalani rutinitas yang biasa dilakukannya ketika Temon masih hidup. Setiap pagi, bocah tersebut masih menyapa ayahnya dengan ucapan selamat pagi. Tak hanya itu, saat hendak makan atau pulang mengaji, Remino juga masih mengajak sang ayah seolah-olah Temon masih berada di rumah.
"Kalau nanyain sih nggak ya, cuma ya itu kayak tadi saya bilang kalau pagi dia masih say 'Good morning' sama Papanya. Kalau mau makan dia nawarin Papanya, pulang ngaji atau gimana, dia selalu 'Bilang Papa ya, Ma?' Iya, udah," ungkap Mae.
Mae mengaku keluarga sebenarnya sudah berusaha memberikan pengertian kepada Remino mengenai kepergian sang ayah. Namun, karena usia putranya yang masih kecil, mereka memilih menggunakan penjelasan yang lebih sederhana agar lebih mudah dipahami.
Menurutnya, Remino hanya mengetahui bahwa Temon kini berada di surga. Sementara makna meninggal dunia secara utuh masih belum benar-benar dipahami oleh sang anak.
"Mungkin kalau untuk kayak istilah meninggal atau nggak ada di kita semua, mungkin dia paham ya. Cuma sedetail meninggalnya itu apa ya belum kayaknya. Cuma yang dia tahu Papanya udah ke surga, gitu aja," jelas Mae.
Di tengah suasana duka, Mae juga membagikan pengalaman yang membuatnya terharu. Ia mengaku sempat melihat Remino melakukan kebiasaan yang selama ini identik dengan Temon.
Secara tiba-tiba, putranya menghitung kotak dengan gaya yang disebut sangat mirip dengan almarhum sang ayah. Momen tersebut membuat Mae tak kuasa menahan perasaan haru hingga muncul keyakinan bahwa Temon seolah masih hadir menemani keluarganya.