- A24/Google
AI di Industri Hiburan Makin Masif, Hak Cipta dan Masa Depan Kreator Dipertanyakan
Menurut Cameron, industri film membutuhkan cara untuk memangkas biaya produksi tanpa mengurangi kualitas visual. Ia menilai AI dapat membantu menyelesaikan pekerjaan teknis yang selama ini menyita banyak waktu, sehingga para seniman dapat lebih fokus pada aspek kreatif dan penceritaan.
Dukungan terhadap AI juga mulai terlihat dari sineas legendaris Martin Scorsese. Dalam beberapa waktu terakhir, Scorsese diketahui bergabung sebagai penasihat perusahaan AI Black Forest Labs.
Menurut laporan San Francisco Chronicle dan sejumlah media industri, Scorsese tertarik memanfaatkan AI untuk membantu proses praproduksi, terutama dalam pembuatan storyboard dan visualisasi adegan sebelum proses syuting dimulai.
Langkah Scorsese cukup mengejutkan karena selama ini ia dikenal sebagai salah satu pembuat film yang sangat menghargai proses sinematik tradisional. Namun, ia menilai AI dapat menjadi alat baru untuk memperluas kemungkinan bercerita, selama keputusan artistik tetap berada di tangan manusia.
Pandangan serupa juga diungkapkan pencipta Star Wars, George Lucas. Dalam wawancara terbaru, Lucas menyebut AI sebagai perkembangan teknologi yang tidak dapat dihindari.
Ia membandingkan penolakan terhadap AI dengan penolakan terhadap mobil pada awal abad ke-20. Menurutnya, yang terpenting bukan teknologinya, melainkan bagaimana manusia menggunakannya secara bertanggung jawab.
Festival Film Mulai Membuka Ruang bagi AI
Adopsi AI tidak hanya terjadi di studio Hollywood. Perusahaan AI Runway kini rutin menggelar AI Film Festival, sebuah ajang internasional yang menampilkan film pendek yang dibuat menggunakan AI generatif.
Festival tersebut juga bekerja sama dengan Tribeca Festival, salah satu festival film paling bergengsi di Amerika Serikat, melalui program khusus yang mengeksplorasi penggunaan AI dalam perfilman.
Menurut Runway, jumlah karya yang dikirim ke AI Film Festival terus meningkat setiap tahun. Kolaborasi dengan Tribeca juga menjadi sinyal bahwa sebagian pelaku industri mulai menerima AI sebagai medium baru dalam pembuatan film, bukan sekadar alat eksperimen.
Penggunaan AI juga mulai terlihat di luar industri film. Saat ini, semakin banyak tayangan berita, dokumenter, program sejarah, hingga konten digital menggunakan ilustrasi hasil AI ketika tidak tersedia rekaman visual asli atau ketika ingin memvisualisasikan suatu peristiwa.