news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Detik-detik Tangan Penumpang KRL Terjepit Pintu Sambil Pegang Segelas Kopi, Kereta Tetap Berjalan Meski Petugas Beri Kode Darurat.
Sumber :
  • Tangkapan laylar X

Detik-detik Tangan Penumpang KRL Terjepit Pintu Sambil Pegang Segelas Kopi, Kereta Tetap Berjalan Meski Petugas Beri Kode Darurat

Viral video tangan penumpang KRL terjepit pintu sambil memegang es kopi susu di Stasiun Duri. KAI Commuter menjelaskan kronologi lengkap dan mengimbau penumpang
Kamis, 23 Juli 2026 - 16:20 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Sebuah video yang memperlihatkan tangan seorang penumpang KRL Commuter Line terjepit pintu kereta mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. 

Momen tersebut semakin menarik perhatian publik karena penumpang itu masih menggenggam segelas es kopi susu ketika tangannya terjepit di sela pintu yang sudah menutup. 

Rekaman itu memicu berbagai reaksi, mulai dari rasa khawatir hingga kritik terhadap aspek keselamatan operasional kereta.

Melansir unggahan akun X Mindos, petugas di peron disebut telah berusaha memberikan kode darurat ketika mengetahui ada penumpang yang tangannya masih tersangkut di pintu. 

Namun, kereta disebut tetap berangkat sesuai jadwal sehingga rangkaian terus melaju sebelum penumpang berhasil melepaskan tangannya. 

Video tersebut pun dengan cepat menyebar luas dan menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial.

Kronologi Penumpang Terjepit Pintu KRL di Stasiun Duri

Dalam video yang beredar, terlihat seorang perempuan berada di dalam rangkaian kereta, sementara salah satu tangannya masih berada di luar pintu dan memegang gelas plastik berisi kopi. 

Beberapa penumpang di sekitar lokasi tampak berusaha membantu menarik tangan korban sekaligus merenggangkan pintu agar jepitan dapat terlepas.

Di sisi lain, petugas yang berada di peron juga terlihat memberikan isyarat ke arah petugas operasional sebagai tanda bahwa kondisi belum aman. 

Meski demikian, dalam rekaman video, kereta tampak tetap bergerak meninggalkan peron sehingga memunculkan berbagai spekulasi dari warganet mengenai prosedur keselamatan yang dijalankan saat itu.

Video tersebut kemudian viral dan memunculkan banyak komentar. Sebagian pengguna media sosial mempertanyakan mengapa kereta tetap diberangkatkan ketika masih ada penumpang yang mengalami kondisi berbahaya.

Penjelasan Resmi KAI Commuter

Menanggapi viralnya video tersebut, Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, memberikan penjelasan resmi mengenai kronologi kejadian.

Menurut Leza, insiden itu terjadi pada Commuter Line Nomor 5150 relasi Kampung Bandan–Bekasi di Peron 2 Stasiun Duri pada Rabu (22/7/2026).

Berdasarkan laporan petugas di lapangan, peristiwa bermula ketika seorang pengguna berupaya masuk ke dalam kereta saat proses penutupan pintu sedang berlangsung.

"Pengguna tersebut sempat menahan pintu kereta agar tetap terbuka untuk dapat masuk ke dalam rangkaian, sehingga tangannya terjepit pada pintu kereta," jelas Leza Arlan.

Ia menambahkan bahwa begitu mengetahui kondisi tersebut, petugas peron segera memberikan tanda tidak aman kepada petugas kereta.

Leza menjelaskan, pintu kereta kemudian sempat dibuka kembali untuk memastikan kondisi aman dan memastikan lampu indikator pintu padam sebelum perjalanan dilanjutkan.

"Pintu sempat terbuka untuk memastikan lampu indikator padam sehingga perjalanan Commuter Line lanjut," terang Leza.

Dengan demikian, menurut KAI Commuter, prosedur keselamatan telah dijalankan sesuai mekanisme operasional sebelum kereta kembali diberangkatkan.

Imbauan Keselamatan untuk Seluruh Penumpang

KAI Commuter menegaskan bahwa keselamatan pengguna merupakan prioritas utama dalam setiap perjalanan. Perusahaan menyatakan akan selalu mengambil tindakan cepat apabila terdapat kondisi yang berpotensi membahayakan penumpang.

Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak memaksakan diri naik ke dalam kereta ketika pintu sudah mulai menutup. Kebiasaan menahan pintu atau mencoba masuk pada detik-detik terakhir dinilai sangat berisiko dan dapat menyebabkan kecelakaan.

"Kami meminta kepada seluruh pengguna untuk tidak memaksakan diri masuk ke dalam kereta ketika pintu sudah dalam proses penutupan karena dapat membahayakan keselamatan," ujar Leza.

Selain itu, KAI Commuter juga mengimbau seluruh pengguna agar selalu mematuhi arahan petugas, memperhatikan pengumuman di stasiun maupun di dalam kereta, serta memberikan ruang yang cukup ketika proses naik dan turun penumpang berlangsung.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa mengejar kereta yang hampir berangkat dapat membawa konsekuensi serius. 

Meskipun hanya berawal dari upaya mempertahankan pintu agar tetap terbuka, tindakan tersebut dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun penumpang lain.

KAI Commuter berharap seluruh pengguna menjadikan kejadian di Stasiun Duri sebagai pelajaran untuk lebih disiplin mengikuti prosedur keselamatan selama menggunakan transportasi publik

Dengan kepatuhan seluruh penumpang, perjalanan Commuter Line diharapkan tetap aman, nyaman, dan lancar bagi semua pengguna. (udn)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:19
06:48
01:57
02:25
01:47
01:19

Viral