- Istimewa
Pendidikan Inklusif dan Pencegahan Kekerasan Jadi Sorotan pada Hari Anak Nasional 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang diperingati setiap 23 Juli, pada tahun ini mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan".
Tema tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, keluarga, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memenuhi hak anak sekaligus menghadirkan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang mereka.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyatakan Hari Anak Nasional bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjamin hak setiap anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, serta berpartisipasi secara optimal.
Tema tahun ini juga menjadi pengingat bahwa investasi terhadap anak merupakan fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Pemerintah juga mendorong seluruh elemen masyarakat menghadirkan ruang yang aman bagi anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun ruang digital.
Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukatif, kampanye perlindungan anak, hingga peningkatan akses pendidikan yang inklusif, terutama bagi anak-anak di wilayah yang masih memiliki keterbatasan layanan.
Sejalan dengan semangat tersebut, berbagai lembaga dan dunia usaha turut menggelar kegiatan yang berfokus pada pemenuhan hak anak.
Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak di daerah terpencil, wilayah tertinggal, maupun anak berkebutuhan khusus agar memperoleh kesempatan belajar yang setara.
Maka dari itu, Askrindo pun ikut berpartisipasi dengan menggelar kegiatan edukatif secara serentak melalui 25 unit Mobil Pintar (MoPi) yang beroperasi di 25 provinsi.
Program yang dijalankan bersama PAUD Inspirasi Indonesia tersebut menjangkau anak usia dini hingga usia sekolah melalui kegiatan mendongeng, membaca bersama, permainan edukatif, sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, edukasi deteksi keterlambatan bicara pada anak usia dini, serta sesi parenting bagi orang tua dan pendamping.
Direktur Utama Askrindo M. Fankar Umran mengatakan peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat komitmen dalam mendukung pemenuhan hak anak, khususnya di bidang pendidikan yang inklusif.
"Peringatan Hari Anak Nasional ini menjadi momentum krusial bagi Askrindo untuk terus menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemenuhan hak-hak anak Indonesia. Melalui Mobil Pintar, kami hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk memperluas akses pendidikan yang menyenangkan, inklusif, dan merata. Tanpa memandang latar belakang dan keterbatasan geografis, berhak atas kesempatan belajar dan ruang tumbuh yang aman serta menginspirasi," ujar Fankar.
Fankar mengatakan kegiatan yang diselenggarakan pada Hari Anak Nasional 2026 turut mencakup sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak.
Data pemerintah menunjukkan persoalan tersebut masih jauh dari kata selesai. Kementerian PPPA melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) mencatat sepanjang 2025 terdapat 35.025 perempuan dan anak menjadi korban kekerasan.
Pemerintah menegaskan angka tersebut hanyalah fenomena gunung es karena masih banyak korban yang memilih tidak melapor. Sementara itu, data SIMFONI PPA per Juli 2025 menunjukkan terdapat 15.615 kasus kekerasan yang telah tercatat.
Dari jumlah tersebut, kekerasan seksual menjadi bentuk kekerasan yang paling dominan dengan 6.999 kasus. Mayoritas korban merupakan anak berusia 13 hingga 17 tahun, sedangkan lokasi kejadian paling banyak berada di lingkungan rumah tangga, yakni mencapai 9.956 kasus.
Tidak hanya edukasi mengenai sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak, ada juga edukasi deteksi keterlambatan bicara pada anak usia dini, serta kegiatan parenting bagi orang tua sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.